Terkuak Perampok yang Menewaskan Wanita Lansia di Pekanbaru, Bukan Orang Asing
Robertus Didik Budiawan Cahyono May 02, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pekanbaru - Akhirnya terungkap komplotan perampok yang menewaskan seorang wanita lanjut usia (lansia) di Pekanbaru bernama Dimaris Isni Sitio (60).

Pelaku perampokan yang masuk ke rumah lansia tersebut diperkirakan sebanyak empat orang.

Mereka terekam kamera pengawas, closed ciscuit television (CCTV) yang dipasang di rumah korban.

Terlihat dari hasil rekaman CCTV bahwa beberapa anggota komplotan perampok tersebut berjenis kelamin perempuan.

Satu di antara perempuan tersebut ternyata bukan orang asing karena pernah tinggal di rumah korban.

Hal itu menjadi fakta baru yang terungkap dalam kasus perampokan yang disertai pembunuhan terhadap Dirmaris Isni Sitio (60).

Tempat kejadian perkara perampokan itu di kediaman korban di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru pada Rabu (29/4/2026).

Terduga pelaku yang terekam CCTV diketahui sebanyak empat orang, namun satu di antaranya ternyata merupakan istri dari anak korban, tetapi sudah lama berpisah.

Hal ini disampaikan seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Informasi yang didapat Tribunpekanbaru.com, sebelumnya anak korban yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) dinikahkan dengan seorang wanita dari kampung.

Tapi beberapa bulan berselang, wanita yang baru dinikahkan tersebut kabur."Setelah kabur, istrinya itu ternyata masih di Pekanbaru," ujarnya.

Sejak itu, beberapa kali harta benda di rumah tersebut kerap hilang, ada dugaan eks menantu korban kerap datang saat rumah kosong.

"Jadi suka hilang barang-barang, makanya dipasang CCTV di rumah itu," katanya, Jumat (1/5/2026)

Kini, rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi sadis pelaku sudah beredar luas.

Para pelaku terindikasi berjumlah 4 orang.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat bagaimana alur kejadian.

Mulai dari pelaku datang, hingga menghabisi nyawa korban, mengambil harta benda dan melarikan diri.

Tampak pelaku terdiri dari wanita dan pria.

Dalam rekaman CCTV, pelaku wanita bahkan sempat berbincang dengan korban.

Tiba-tiba, datang seorang pelaku pria membawa sepotong kayu dan langsung menghajar bagian wajah korban.

Pelaku memukul korban beberapa kali hingga korban tak bergerak.

Dalam kondisi korban yang sudah tak berdaya, pelaku masih mengayunkan kayu yang dipegangnya beberapa kali ke arah wajah dan leher korban.

Identitas para pelaku sudah dikantongi oleh pihak kepolisian.

"Jumlah pelakunya sekitar 4 orang. Namun bisa jadi lebih. Karena itu baru hasil pendalaman sementara berdasarkan rekaman CCTV yang kita dapatkan," sebut Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir Iptu Dodi Vivino, Kamis (30/4/2026).

Dodi menegaskan, identitas pelaku sudah dikantongi oleh pihaknya. Kini sedang dalam proses pengejaran.

"Untuk pelaku dari analisa CCTV sudah diketahui, saat ini sedang kami kembangkan guna dilakukan penangkapan," tegasnya.

Polis juga telah melakukan pencarian terhadap AF. Di antaranya dengan mendatangi keluarganya.

"Tim menjumpai abang kandung pelaku dan juga teman abang pelaku. Sempat kita amankan ke Polsek. Namun dari keterangan keduanya, tidak pernah bertemu pelaku," kata Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir, Iptu Dodi Vivino, Kamis (30/4/2026).

Selain itu, polisi juga mengamankan anak kandung laki-laki korban, berinisial A. Lantaran, A datang dengan sepeda motor saat kejadian ke rumah korban.

A sempat masuk ke dalam rumah. Namun tak lama, keluar. Dari hasil pemeriksaan sementara, A mengaku tidak mengetahuinya ibunya sudah meninggal dunia. Tapi polisi masih melakukan pemeriksaan intensif.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.