BATAM, TRIBUNBATAM.id - Asosiasi Futsal Provinsi Kepri (AFP Kepri) menggelar kegiatan talent detection atau pencarian bakat untuk Tim Nasional Futsal U-17 di Lapangan Futsal Citywalk, Nagoya, Batam, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang seleksi awal bagi pemain muda terbaik dari seluruh wilayah Kepri untuk berkesempatan memperkuat timnas Indonesia di kancah internasional.
Sekitar 50 atlet muda dari berbagai kabupaten/kota di Kepri di antaranya Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun serta Lingga ikut ambil bagian dalam seleksi ini.
Sementara daerah Natuna dan Anambas belum mengirimkan perwakilan. Para peserta merupakan pemain kelahiran maksimal tahun 2009 sesuai kriteria yang ditetapkan Federasi Futsal Indonesia (FFI).
Proses seleksi dilakukan langsung oleh tim Federasi Futsal Indonesia, dengan Asisten Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Amril Daulay, yang memiliki hak penilaian akhir (hak veto).
Ia didampingi pelatih lokal serta 11 pendamping dari daerah.
Ketua AFP Kepri, Surya Admaja, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang diarahkan oleh Federasi Futsal Indonesia untuk menjaring talenta muda potensial dari seluruh provinsi.
“Kegiatan ini adalah talent detection yang ditugaskan kepada Asosiasi Futsal Provinsi Kepri. Peserta yang mengikuti seleksi berkisar antara 40 hingga 50 pemain, dengan tujuan utama membentuk Timnas Futsal U-17 Indonesia,” ujarnya.
Menurut Surya, pemain-pemain yang terpilih nantinya akan mengikuti seleksi lanjutan di tingkat nasional sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda internasional di Spanyol.
Sementara itu, Asisten Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Amril Daulay, mengatakan seleksi ini merupakan bagian dari persiapan timnas untuk mengikuti turnamen internasional di Spanyol pada Juni mendatang.
“Kami melakukan deteksi bakat di beberapa provinsi untuk mencari pemain terbaik. Nantinya, pemain yang lolos akan dibawa ke Jakarta untuk seleksi lanjutan dan pemusatan latihan (TC),” ujarnya.
Amril menambahkan tim pelatih mencari pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan teknik, tetapi juga kecepatan, daya ledak (eksplosivitas), serta kesiapan bersaing di level internasional.
“Kita akan menghadapi tim-tim kuat seperti Brasil dan Spanyol. Jadi kita butuh pemain yang benar-benar siap bersaing di level tersebut,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Asosiasi Futsal Kota Batam, Syahid Ridho, menyebutkan Batam sebagai tuan rumah mengirimkan jumlah peserta terbanyak dalam seleksi ini.
“Dari total 40–50 peserta, sekitar 29 pemain berasal dari Batam. Mereka sudah melalui seleksi awal dari sekitar 100 pemain yang disaring sebelumnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi tingkat provinsi ini, nantinya akan dipilih sekitar 14 hingga 15 pemain terbaik sesuai kebutuhan tim pelatih nasional.
Menurut Syahid, tingginya animo masyarakat terhadap futsal di Batam menjadi salah satu faktor yang mendukung lahirnya banyak talenta muda potensial.
Bahkan, prestasi Batam di ajang Porprov Kepri 2022 yang berhasil meraih medali emas, turut menjadi bukti perkembangan olahraga futsal di daerah tersebut.
“Kompetisi futsal di Batam sangat hidup. Bahkan hingga level Pra-PON, Kepri terus mengirimkan perwakilan. Ini menjadi modal penting untuk pembinaan atlet ke depan,” ujarnya.
Para pemain yang berhasil lolos seleksi nasional nantinya akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut dan difasilitasi oleh Federasi Futsal Indonesia untuk mengikuti ajang internasional di Spanyol.
Melalui kegiatan ini, ia berharap muncul bibit-bibit unggul futsal dari Kepulauan Riau yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)