Iran Tuding AS Tak Patuhi Komitmen, Konflik Baru Kian Dekat
Ryan Nong May 02, 2026 10:19 PM

 

“Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar terjadi, dan berbagai bukti juga menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak mematuhi komitmen atau perjanjian apa pun,” kata Mohammad Jafar Asadi, wakil inspektur markas militer, pada Sabtu.

“Tindakan dan pernyataan para pejabat AS sebagian besar berorientasi pada media, yang bertujuan pertama untuk mencegah penurunan harga minyak dan kedua untuk keluar dari situasi sulit yang mereka ciptakan sendiri,” tambahnya.

Baca juga: Iran Umumkan Aturan Maritim Baru di Selat Hormuz

Asadi menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran dalam kesiapan penuh untuk menghadapi setiap petualangan baru dan salah perhitungan oleh Amerika Serikat.

Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap sekutu AS di kawasan Teluk serta penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan yang diikuti dengan pembicaraan di Islamabad pada 11–12 April, tetapi kesepakatan tidak tercapai.

Baca juga: Araghchi tuding AS 'berbohong' soal biaya perangi Iran

Presiden AS Donald Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu baru, atas permintaan Pakistan.

Kendati demikian, masih belum jelas apakah upaya untuk menghidupkan kembali perundingan tersebut akan berhasil. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.