SURYA.CO.ID, NGANJUK - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, memastikan ketersediaan hewan kurban di wilayahnya berada dalam kondisi surplus besar menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Dengan populasi ternak tertinggi di Indonesia, Jawa Timur tidak hanya siap memenuhi kebutuhan lokal dan nasional, tetapi juga tengah memperlebar sayap menuju pasar ekspor internasional, termasuk Malaysia dan Arab Saudi.
Dalam kunjungannya ke peternakan Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (2/5/2026), Khofifah menegaskan bahwa kualitas ternak Jatim telah diakui secara luas. Bahkan, potensi ini telah menarik minat diplomatik dari Timur Tengah untuk menjalin kerja sama strategis.
Baca juga: Khofifah Ungkap Stok Sapi Kurban Jatim Melimpah: Surplus 550 Ribu Ekor
Khofifah mengungkapkan, bahwa dirinya baru-baru ini melakukan pertemuan khusus dengan Duta Besar Arab Saudi. Dalam pertemuan tersebut, pihak Arab Saudi menyatakan ketertarikannya terhadap kualitas sapi dan domba asal Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan protein di sana.
"Untuk pasar dalam negeri dan internasional kami sangat siap. Kemarin saya baru bertemu Dubes Arab Saudi, dan beliau sangat tertarik dengan potensi ternak kita. Ini adalah peluang emas yang harus kami tangkap," ujar Khofifah saat meninjau sapi-sapi berkualitas dengan bobot mencapai 1 ton di Nganjuk.
Menurut Khofifah, keberhasilan ini tidak lepas dari status Jawa Timur sebagai gudang ternak nasional. Populasi sapi, domba, dan unggas di provinsi ini, secara konsisten menempati peringkat pertama di Indonesia.
Selain itu, mayoritas Rumah Potong Hewan (RPH) di Jatim telah mengantongi sertifikat halal, yang menjadi syarat mutlak untuk menembus pasar global.
Berdasarkan data dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, angka ketersediaan hewan kurban tahun ini jauh melampaui prediksi permintaan pasar. Hal ini memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ingin beribadah kurban, tanpa perlu khawatir akan kelangkaan stok atau lonjakan harga yang ekstrem.
Berikut rincian ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur menurut data terbaru:
Kepala Dinas Peternakan Jatim, Indyah Aryani, menyebutkan bahwa prediksi total permintaan hewan kurban di internal Jatim hanya sekitar 427.600 ekor. Artinya, sebagian besar stok tersebut akan didistribusikan ke provinsi lain di Indonesia hingga pasar mancanegara.
Menyadari besarnya tanggung jawab sebagai penyokong ternak nasional, SURYA.co.id mencatat pemerintah provinsi terus melakukan pengawasan kesehatan secara ketat. Pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) menjadi prioritas utama, guna menjaga kepercayaan konsumen.
"Lalu lintas ternak dipantau ketat agar tidak muncul kasus baru. Yang sakit segera kami obati secara intensif, dan yang sehat terus kami berikan vaksin rutin," tegas Indyah Aryani.
Dukungan berupa obat-obatan dan disinfektan juga telah disalurkan secara masif ke kantong-kantong peternakan di seluruh wilayah Jawa Timur.
Sebagai panduan bagi masyarakat, berikut tips dari pakar peternakan Jawa Timur dalam memilih hewan kurban yang baik: