Nasib Sopir Truk Tangki yang Menewaskan Guru dalam Kecelakaan di Underpass Unila
Robertus Didik Budiawan Cahyono May 02, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Terungkap nasib sopir truk tangki yang menewaskan guru Bahasa Arab dalam insiden kecelakaan maut di Underpass Universitas Lampung ( Unila) Bandar Lampung.

Guru SMA Muhammadiyah 1 Bandar Lampung tersebut meninggal seketika terlindas roda bagian belakang truk tangki BBM.

Korban selain guru ternyata juga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lampung bernama M Rafiqih Zainatun Hasyim (21).

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bandar Lampung Ipda Alvira Yunita mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah menyelidiki terkait meninggalnya Rafiqih dalam kecelakaan itu.

Dia pun membeberkan peristiwa kecelakaan yang terjadi pada hari Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 09.45 WIB tersebut. 

Baca juga: Sosok Pria yang Meninggal Kecelakaan di Underpass Unila, Guru Bahasa Arab

"Jadi pada saat kendaraan yang dikendarai oleh almarhum akan melintasi Underpass Unila, pada saat yang bersamaan, di depan kendaraan tersebut ada kendaraan lainnya," kata Ipda Alvira Yunita saat diwawancarai Tribun Lampung dalam program Saksi Kata, Sabtu (2/5/2026). 

Adapun kendaraan lainnya yaitu motor Honda Beat warna hijau putih yang nomor polisinya belum teridentifikasi. 

Kendaraan Honda Beat tersebut diduga melakukan pengereman mendadak karena di depannya ada pembatas jalan. Sehingga kendaraan yang dikendarai almarhum yang berada di belakang kendaraan tersebut menabrak motor Honda Beat hijau putih.

Insiden itu mengakibatkan kendaraan yang dikendarai almarhum jatuh ke sebelah kanan. Bersamaan itu melintas truk tangki BBM sejajar dengan posisi almarhum.

Nahas almarhum terlindas oleh ban sebelah kiri truk tangki BBM tersebut. "Untuk penyebabnya masih kami dalami dan masih dalam tahap penyelidikan," kata Alvira. 

Ia menyatakan, kondisi lalu lintas di lokasi kejadian saat peristiwa tersebut normal dan lancar. Sebab petugas Satlantas melakukan pengamanan agar tidak ada hambatan yang terjadi.

Sedangkap sopir truk tangki pengangkut BBM tersebut sudah diamankan dan dimintai keterangan. "Jadi sopir sudah diamankan dan langsung dimintai keterangannya. Sudah dilakukan pemeriksaan secara mendalam," kata Alvira. 

Apakah ada kelalaian? Menurut Alvira, baik dari pihak truk tangki maupun almarhum masih dilakukan pendalaman melalui proses penyelidikan. Saat ini polisi masih melakukan pembuktian 

Kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan itu untuk truk tangki pengangkut BBM tidak ada kerusakan.  Sedangkan motor yang digunakan almarhum lecet di bodi kanan.

"Tidak ada kerusakan sama sekali truk pengangkut BBM tersebut, karena yang terkena hanya ban belakang sebelah kiri yang diduga melindas korban," kata Alvira. 

Alvira mengungkap berdasar data yang ada pada kepolisian di lokasi kecelakaan maut itu tergolong cukup rawan lakalantas.

Karena sudah ada beberapa kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah underpass Unila tersebut.  Namun sebelumnya tidak begitu fatal. 

Meski cukup rawan lokasi tersebut belum termasuk blank spot. "Untuk itu kami dari Satlantas mengimbau kepada masyarakat yang akan melintas agar lebih berhati-hati pada saat melintas lokasi tersebut," kata Alvira. 

Sehingga ini perlu menjadi perhatian masyarakat dan siapapun yang melintas di ruas jalan itu untuk tetap berhati-hati.

"Untuk standar keselamatan bagi kendaraan besar seperti truk ini memang dia lebih ketat dimana harus lebih memperhatikan kehati-hatian dalam berkendara," kata Alvira.

Ia mengatakan, saat ini polisi mengumpulkan dulu alat-alat bukti baik itu bukti petunjuk. Adapun saksi yang dimintai keterangan tidak ada yang melihat langsung bagaimana peristiwa itu terjadi. Sebab mereka ada di lokasi itu setelah kejadian. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.