Latihan Tali-temali Pramuka Berubah Kepanikan, Mobil Sasak Sejumlah Siswa di MTsN 1 Bojonegoro
Dwi Prastika May 02, 2026 10:22 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Misbahul Munir

TRIBUNMADURA.COM, BOJONEGORO - Mobil Avanza menabrak sejumlah siswa saat latihan Pramuka di MTsN 1 Bojonegoro, Jawa Tiimur, Jumat (1/5/2026).

Akibat insiden kecelakaan tersebut, ada tujuh anak dilaporkan mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke RS Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan.

Pelatih Pramuka MTsN 1 Bojonegoro, Nadif menuturkan, sebelum kejadian, ia sempat melihat mobil Avanza hitam terparkir di sisi selatan halaman sekolah dengan posisi menghadap ke utara dengan mesin masih menyala.

Tak lama berselang, mobil tersebut mendadak bergerak.

“Mobil itu awalnya menabrak gawang sekolah, lalu sopir banting setir ke kanan,” ujar Nadif saat dijumpai kala olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di halaman MTsN Bojonegoro, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, usai oleng ke arah kanan hingga nyaris menghantam ruang kepala sekolah, pengemudi kembali membanting setir ke kiri, mengarah ke kerumunan para siswa yang tengah berlatih pionering Pramuka.

Para siswa sedang dalam posisi jongkok latihan tali-temali, kata Nadif, membuat mereka tidak sempat menghindar ketika mobil meluncur cepat ke arah mereka.

Mobil baru berhenti setelah menghantam tiang bendera di tengah halaman sekolah hingga patah.

Nadif yang berada tak jauh dari lokasi bahkan mengaku nyaris ikut menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Baca juga: Kecelakaan di Tuban, Mobil Agya Seruduk 8 Motor, Sopir Sempat Kabur hingga Terjadi Kejar-kejaran

“Terakhir mobil menabrak tiang bendera dan berhenti. Posisi saya saat itu di belakang tiang bendera,” katanya.

Suasana seketika berubah panik.

Tangis histeris pecah di lokasi kejadian.

Sejumlah siswa terlihat bergelimpangan di lapangan, sementara lainnya berlarian meminta pertolongan kepada guru.

Nadif bersama para guru langsung bergerak cepat mengevakuasi korban dan menghubungi ambulans.

Tercatat, tujuh siswi kelas 7 dan 8 menjadi korban dalam insiden tersebut.

Baca juga: Kecelakaan di Blitar, Truk Muatan Tebu Terguling, Lalu Lintas Diberlakukan Buka Tutup

Mereka selanjutnya dilarikan ke RS Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan medis.

"Ada yang masuk di kolong mobil, lalu cepat-cepat kami tolong. Total ada tujuh anak yang menjadi korban, lima kami bawa ke RS Bhayangkara dan dua lainnya keseleo tidak mau, dibawa pulang," tambahnya.

Sementara itu, saat kejadian mobil diketahui dikemudikan Nurul Komarulah (50), warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang merupakan manajer pengawas proyek pembangunan di sekolah tersebut.

Usai kejadian, Nurul mengaku kendaraan yang dikemudikannya telah mengalami kendala teknis sejak beberapa hari terakhir.

Insiden bermula saat ia mencoba mengoper gigi maju setelah sebelumnya mundur.

Baca juga: Kecelakaan di Lumajang, Niat Menyalip, Bus Bagong Tabrak Dump Truk

“Mobil tidak langsung berjalan. Tapi saat pedal gas diinjak sedikit, mobil malah melompat dan meluncur kencang tidak terkendali," ujarnya.

Nurul yang kini menjalani perawatan di RSUD dr Sosodoro Bojonegoro juga mengaku sempat berupaya menghindari kerumunan siswa dengan membanting setir ke arah yang lebih sepi.

Namun, laju kendaraan yang terlanjur tinggi membuat tabrakan tak terhindarkan.

Atas insiden ini, ia juga menyampaikan permohonan maaf dan menyesal atas insiden tersebut, terlebih karena tidak menyangka ada banyak siswa yang tengah beraktivitas di halaman sekolah saat itu.

Baca juga: Sosok Bobby Rasyidin, Dirut KAI yang Disorot Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi

Tanggapan Kepala Sekolah

Di lain sisi, Kepala MTsN 1 Bojonegoro, Saifuddin, menyebut, seluruh korban telah dilarikan ke RS Bhayangkara Bojonegoro untuk mendapatkan penanganan medis.

Total ada tujuh anak yang menjadi korban dalam insiden ini.

Ada dua anak yang mengalami cedera serius hingga harus menjalani operasi.

Masing-masing mengalami pergeseran tulang pinggul, sementara satu lainnya mengalami keretakan pada bagian tangan.

“Dua masuk operasi. Satu korban pinggulnya bergeser, satunya tangannya retak," ungkapnya.

Meski demikian, Saifuddin berharap kejadian ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan serta pelaku bertanggung jawab dan menanggung semua biaya pengobatan para korban.

Sementara itu, hingga saat ini kasus ini masih terus dalami oleh Satreskrim Polres Bojonegoro.

Polisi juga telah melakukan olah TKP dan menghimpun keterangan dari saksi serta korban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.