Kabur ke Aceh dan Sumut, 4 Pelaku Pembunuhan Sadis Nenek di Pekanbaru Tak Berkutik Dibekuk Polisi
Ariestia May 02, 2026 11:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Perburuan terhadap empat pelaku pembunuhan disertai perampokan terhadap seorang nenek bernama Dumaris Denny Waty Sitio (60) di Pekanbaru akhirnya membuahkan hasil.

Tim gabungan kepolisian memburu para pelaku hingga ke luar daerah, tepatnya ke wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026) malam.

“Alhamdulillah, tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil mengamankan empat pelaku kasus curas yang mengakibatkan seorang perempuan meninggal dunia di Rumbai, Pekanbaru,” ujarnya.

Baca juga: Breaking News: 4 Pelaku Pembunuhan dan Perampokan Nenek di Pekanbaru Ditangkap!

Baca juga: Nenek di Pekanbaru Korban Perampokan Tewas Akibat Pendarahan Otak Usai Dihajar Pakai Kayu

Dalam proses pengejaran, polisi membagi tim untuk menelusuri keberadaan para pelaku yang sempat melarikan diri ke luar Provinsi Riau. 

Hasilnya, dua pelaku berhasil diringkus di wilayah Aceh Tengah.

Sementara dua lainnya ditangkap di Kota Binjai, Sumatera Utara.

Muharman menyebut, pengungkapan lengkap kasus tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (3/5/2026).

“Besok siang akan kami sampaikan secara rinci dalam jumpa pers terkait pengungkapan kasus ini,” tambahnya.

Sebelumnya, polisi telah mengidentifikasi salah satu pelaku perempuan berinisial AF yang diketahui merupakan mantan menantu korban.

Total pelaku dalam kasus ini berjumlah empat orang, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan.

Aksi Brutal Pelaku

Peristiwa tragis itu terjadi di rumah korban di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Rabu (29/4/2026). Para pelaku datang menggunakan mobil dan sempat memantau situasi sebelum melancarkan aksinya.

Korban kemudian diserang secara brutal menggunakan benda tumpul oleh salah satu pelaku pria. 

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan pada otak.

Selain menghilangkan nyawa korban, para pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah suami korban menemukan kondisi rumah berantakan dan korban dalam keadaan tidak bernyawa. 

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa korban ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk proses autopsi.

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.