TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 34 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-18 mm dan lama gempa 62-148.7 detik.
Selain itu tercatat pula 24 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-30 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 14.79-33.88 detik.
Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Minggu (3/5/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.
Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.
Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Minggu 3 Mei 2026: Potensi Hujan Ringan di Beberapa Wilayah
Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.
Sementara cuaca mendung, angin tenang ke arah timur.
Suhu udara sekitar 19°C. Kelembaban 93 persen. Tekanan udara 915 mmHg.
Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)