Sambal Wader, Kuliner Warisan Kerajaan Majapahit yang Masih Bertahan di Mojokerto
Untung SofaMaulana May 03, 2026 09:42 AM

- Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur memiliki beragam kuliner tradisional yang sarat nilai sejarah, salah satunya adalah sambel wader.

Hidangan sederhana berbahan ikan kecil ini telah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit dan hingga kini keberadaannya terus dilestarikan melalui berbagai upaya, termasuk festival kuliner tahunan.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mengangkat potensi kuliner lokal tersebut melalui gelaran Festival Sambel Wader.

Tidak hanya menyajikan kelezatan cita rasa khas, Festival Sambel Wader juga juga menghidupkan kembali warisan kuliner sejak era Kerajaan Majapahit.

Festival ini merupakan bagian dari rangkaian Majapahit Festival (MajaFest) yang memadukan unsur budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata dalam satu panggung besar.

Dilansir dari tribunnews.com, sambel wader merupakan kuliner khas Mojokerto yang dipercaya sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit.

Ikan wader merupakan yakni ikan kecil air tawar, yang dahulu banyak ditemukan di kawasan Kolam Segaran, Trowulan.

Diketahui, kolam ini merupakan kolam kuno zaman Kerajaan Majapahit.

Sejak masa lampau, masyarakat setempat memanfaatkan ikan tersebut sebagai lauk sehari-hari.

Bahkan, konon para abdi kerajaan juga menyajikan olahan ikan wader sebagai hidangan bagi keluarga kerajaan, sebagaimana dilansir dari mojokertokab.go.id.

Kuliner ini memiliki ciri khas pada perpaduan rasa gurih ikan wader goreng yang renyah dengan sambal segar hasil ulekan langsung (sambel colek).

Sambalnya dibuat dari cabai, tomat, bawang, serta perasan jeruk nipis yang diulek dalam kondisi segar tanpa digoreng.

Sehingga, kombinasi tersebut menghasilkan rasa pedas dan segar yang menggugah selera.

Dilansir dari budaya-indonesia.org, sambel wader tergolong hidangan sederhana.

Bahan utamanya hanya ikan wader yang digoreng kering dan disajikan dengan sambal ulek.

Cara membuatnya cukup praktis, dimulai dari membersihkan ikan, lalu membumbuinya dengan rempah seperti bawang putih, kunyit, ketumbar, garam, dan merica, kemudian digoreng hingga kering.

Keistimewaan hidangan ini terletak pada kesegaran sambal dan tekstur ikan yang renyah saat disantap bersama nasi putih hangat.

Selain itu, hidangan ini biasanya dilengkapi lalapan seperti timun, kubis, serta daun kemangi.

Perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar menjadikan sambel wader sebagai kuliner favorit, khususnya di kawasan wisata sejarah Trowulan.(*)

Program : Local Experience
Editor: Untung Sofa Maulana

#localexperience #kuliner #mojokerto #kulinerzamanbelanda #trowulan #jawatimur #sambelwader #wader #shortvideo #shorts #majapahit #kerajaanmajapahit

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.