TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Peristiwa kekerasan yang merenggut nyawa N Rizky (30) di area Pool Bus MGI, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (3/5/2026) pagi, kini memasuki tahap lanjutan penyelidikan.
Jenazah korban menjalani proses autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian.
Pemeriksaan forensik dilakukan di RSUD Syamsudin SH, Kota Sukabumi. Tim dokter forensik menangani langsung proses tersebut sebagai bagian dari kebutuhan penyidikan aparat kepolisian.
Plt Kasi Humas Polres Sukabumi, IPDA Ade Ruli, menjelaskan bahwa setelah kejadian, korban sempat dibawa ke RS Hermina Sukaraja yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara. Namun, hasil pemeriksaan medis memastikan korban sudah tidak bernyawa saat tiba.
"Ketika dilakukan pengecekan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia" ujarnya.
Usai proses evakuasi ke RS Hermina, petugas Inafis Polres Sukabumi langsung melakukan visum luar terhadap tubuh korban.
Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, ditemukan sejumlah luka yang diduga berasal dari benda tajam maupun benda tumpul.
"Setelah dilakukan pemeriksaan sementara korban mengalami luka 3 tusuk di bagian tubuh, memar dan sobek di bagian muka," ucap Ade.
Salah satu saksi di lokasi, Andri (30), mengungkapkan bahwa sebelum insiden terjadi, korban datang seorang diri dengan sepeda motor.
Kemudian saat bertemu sejumlah orang, situasi memanas hingga terjadi adu mulut yang berujung aksi pengeroyokan.
“Korban datang sendiri naik motor, terus terjadi cekcok. Saya juga nggak tahu awal masalahnya,” ujar Andri kepada Tribunjabar.id.
Menurut pengakuannya, korban diduga harus menghadapi sejumlah orang dalam jumlah lebih dari lima saat kejadian berlangsung.
“Satu lawan lebih dari lima orang,” katanya.
Benturan yang terjadi berujung fatal. Korban mengalami luka parah, terutama di bagian kepala dan leher belakang. Luka tersebut diduga akibat hantaman benda keras seperti balok maupun batu.
“Korban dipukul di bagian kepala sama belakang leher pakai balok atau batu,” ungkapnya.
Saksi juga mengaku sempat melihat adanya senjata tajam di lokasi, meski belum diketahui asal-usulnya.
“Ada yang bawa pisau, tapi nggak tahu dari mana,” tambahnya.