TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sigi menegaskan komitmennya dalam memprioritaskan sektor pendidikan melalui program bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa kurang mampu.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari 10 program unggulan pemerintah daerah terus dijalankan secara berkelanjutan sejak tahun 2025.
Kebijakan ini menyasar siswa dari keluarga dengan kategori ekonomi rendah (desil 1 dan 2).
Baca juga: Pemkab Sigi Prioritaskan Seragam Gratis untuk Siswa Desil 1 dan 2
Menurutnya, program ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada anak di Sigi yang terhambat dalam menempuh pendidikan hanya karena keterbatasan biaya untuk membeli seragam maupun perlengkapan belajar.
“Program ini tetap kami prioritaskan karena menjadi bagian dari 10 program unggulan. Kami ingin memastikan tidak ada anak di Sigi yang terkendala sekolah hanya karena tidak memiliki seragam atau perlengkapan belajar yang layak,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sigi menilai bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan daerah.
Baca juga: Bupati Sigi Komitmen Wujudkan Pendidikan Merata Lewat Seragam Gratis
Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk memperluas akses pendidikan yang merata dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
Selain bantuan seragam gratis, Pemkab Sigi juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kebijakan pendukung, termasuk penguatan fasilitas pendidikan serta perhatian terhadap siswa dari keluarga kurang mampu.
Rizal menegaskan bahwa pemerintah daerah menargetkan tidak ada lagi anak yang putus sekolah akibat faktor ekonomi dalam beberapa tahun ke depan.
Program ini diharapkan dapat mengurangi beban orang tua sekaligus meningkatkan angka partisipasi sekolah di wilayah Sigi.
Baca juga: Siap-siap Seleksi CPNS 2026 Dibuka Mulai Juni, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Dengan kebijakan tersebut, Pemkab Sigi berharap dapat menciptakan generasi muda yang lebih siap, berdaya saing, dan memiliki kesempatan yang sama dalam meraih pendidikan yang layak.(*)