TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus pembunuhan disertai perampokan yang menimpa seorang nenek di Pekanbaru akhirnya menemui titik terang.
Setelah sempat menggemparkan warga, aparat kepolisian kini berhasil mengungkap pelaku di balik aksi keji tersebut.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak empat orang pelaku berhasil diamankan.
Yang mengejutkan, salah satu di antaranya merupakan seorang wanita yang diketahui adalah mantan menantu korban sendiri.
Fakta ini pun menambah keprihatinan publik atas kasus tersebut.
Kapolresta Pekanbaru, Muharman, membenarkan adanya penangkapan para pelaku.
Baca juga: Berawal dari Melambaikan Tangan ke Warga, Moge di Sulsel Tabrak Bocah 10 Tahun hingga Tewas
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan dalam mengungkap kasus yang sempat menjadi perhatian luas masyarakat.
Menurutnya, tim dari Polda Riau bersama Satreskrim Polresta Pekanbaru bergerak cepat hingga akhirnya berhasil membekuk para pelaku.
"Alhamdulillah. Tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil menangkap empat pelaku kasus curas yang menyebabkan seorang perempuan meninggal dunia di Rumbai, Pekanbaru," katanya.
Pengungkapan ini menjadi titik penting dalam penanganan kasus pembunuhan disertai perampokan tersebut.
Polisi pun kini terus mendalami peran masing-masing pelaku serta motif di balik aksi yang merenggut nyawa korban.
Sementara itu, masyarakat berharap proses hukum berjalan tegas dan memberikan keadilan bagi korban atas peristiwa tragis yang terjadi.
Dari empat pelaku yang diamankan, dua orang ditangkap di wilayah Aceh Tengah, sementara dua lainnya diringkus di Kota Binjai, Sumatera Utara.
Pihak kepolisian menyatakan akan menyampaikan detail lengkap pengungkapan kasus dalam konferensi pers resmi.
"Besok siang akan ada jumpa pers terkait detail pengungkapan kasusnya," ucapnya.
Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Korban soal Kiai Cabul di Ponpes Pati: Dia Ngaku Wali dan Keturunan Nabi
Korban diketahui bernama Dumaris Denny Waty Sitio (60), yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai.
Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku berjumlah empat orang yang terdiri dari dua pria dan dua wanita.
Salah satu pelaku wanita berinisial AF diketahui merupakan mantan menantu korban.
Mereka datang ke rumah korban menggunakan mobil dan diduga telah merencanakan aksi tersebut.
Di dalam rumah, korban diserang secara brutal oleh salah satu pelaku pria menggunakan benda tumpul berupa potongan kayu.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban meninggal akibat luka berat di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan pada otak hingga berujung pada kegagalan fungsi vital.
Dari rekaman kamera pengawas, terlihat salah satu pelaku wanita sempat berbincang dengan korban sebelum serangan terjadi.
Tak lama kemudian, seorang pelaku pria datang dan langsung melakukan pemukulan berulang kali hingga korban tidak berdaya.
Para pelaku juga sempat bolak-balik di depan rumah korban, diduga untuk memastikan situasi aman sebelum menjalankan aksinya.
Selain menghilangkan nyawa korban, para pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga, di antaranya perhiasan emas, uang tunai dalam mata uang asing, serta barang elektronik.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suami korban, Salmon Meha (66). Pada pagi hari, ia sempat mengajak korban keluar rumah, namun korban memilih tetap tinggal.
Saat kembali sekitar pukul 11.00 WIB, ia menemukan rumah dalam kondisi terbuka dan berantakan. Setelah mencari ke beberapa ruangan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area dapur.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk keperluan autopsi.
(Tribunnewsmaker.com/TribunPekanbaru.com)