Wakil Dekan UIN Jambi Dinonaktifkan Seusai Digerebek Istrinya di Kosan
taryono May 03, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jambi - DK, Wakil Dekan di Fakultas Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, resmi dinonaktifkan dari jabatannya setelah terlibat dalam insiden penggerebekan oleh istrinya di sebuah kamar kos di kawasan Simpang IV Sipin, Kota Jambi. 

Peristiwa yang terjadi pada Jumat malam, 1 Mei 2026, langsung menghebohkan publik setelah video penggerebekan tersebut viral di media sosial. 

Menurut informasi yang dihimpun, DK digerebek di sebuah kos yang berlokasi di Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. 

Kejadian ini memunculkan sorotan tajam terhadap perilaku dosen yang seharusnya menjadi panutan bagi mahasiswa dan masyarakat.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H Kasful Anwar, M.Pd, dalam siaran pers yang dikeluarkan Sabtu (2/5/2026), menyatakan sangat menyesalkan insiden tersebut dan berkomitmen untuk mengambil langkah tegas dalam menanggapi peristiwa ini. 

"Kami akan melakukan penelusuran lebih mendalam dan mengambil tindakan tegas untuk menjaga marwah institusi, integritas akademik, serta nilai-nilai etika yang menjadi landasan kehidupan kampus," ujar Kasful Anwar. 

Sebagai langkah awal, UIN STS Jambi memutuskan untuk menonaktifkan DK dari jabatan tambahan sebagai wakil dekan. Langkah ini diambil untuk menjaga objektivitas proses pemeriksaan dan kondusivitas di lingkungan kampus.

Pihak universitas juga menyatakan bahwa DK akan menjalani pemeriksaan etik terkait kejadian tersebut. 

"Jika terbukti ada pelanggaran kode etik atau aturan yang berlaku, maka kami akan mengambil langkah sesuai dengan regulasi dan mekanisme yang ada," tambah Rektor. 

Selain itu, DK juga dihentikan sementara dari segala aktivitas yang mewakili UIN STS Jambi, baik di tingkat internal maupun eksternal, serta dari kegiatan mengajar, pengabdian, dan penelitian. 

Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa institusi tetap menjaga integritas dan kredibilitasnya di mata publik.

Melalui siaran pers yang ditandatangani oleh Rektor, pihak UIN STS Jambi juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa terganggu akibat beredarnya informasi ini. 

Mereka menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum dosen tersebut tidak merepresentasikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh UIN STS Jambi dalam membangun lingkungan akademik yang berintegritas dan bermartabat. 

Pihak kampus juga mengimbau agar tidak ada spekulasi atau penyebaran informasi yang dapat memperburuk situasi yang tengah berlangsung.

Saat ini, pihak kampus tengah melakukan penelusuran dan verifikasi internal untuk memperoleh informasi yang lebih utuh dan akurat terkait insiden ini. 

UIN STS Jambi berharap proses penyelidikan dapat segera memberikan gambaran yang jelas dan dapat memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

sumber: Tribun Jambi



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.