Di Kota Batu Rencananya Akan Ada Angkutan Wisata Gratis, Tunggu Restu dari Legislatif
Eko Darmoko May 03, 2026 06:35 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Di Kota Malang kini sedang ramai dibahas soal rencana pengoperasian angkutan pengumpan (feeder) untuk mendukung layanan bus Trans Jatim.

Keberadaan feeder di Kota Malang dinilai krusial untuk mengintegrasikan transportasi publik dan menarik minat masyarakat agar menggunakan transportasi umum.

Khusus Kota Batu, Pemkot Batu justru tidak kepikiran soal feeder.

Namun, Pemkot Batu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) lebih memilih untuk menjalankan Angkutan Wisata Gratis untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat umum, termasuk wisatawan.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Hari Juni Susanto mengatakan, rencana program Angkutan Wisata Gratis ini secara teknis sama dengan Angkutan Pelajar (APEL) Gratis.

Namun untuk APEL Gratis hanya khusus pelajar di Kota Batu.

Sedangkan nantinya Angkutan Wisata Gratis untuk masyarakat luas termasuk wisatawan yang datang ke Kota Batu.

Baca juga: DPRD Kota Malang Minta Feeder Bisa Segera Beroperasi untuk Mendukung Bus Trans Jatim

“Kalau disetujui oleh DPRD Kota Batu dalam hal ini Banggar (Badan Anggaran) rencana kami akan ada Angkutan Wisata Gratis."

"Sudah masuk perencanaan. Kami tengah menyusun anggaran untuk tahun 2027, semoga saja mendapat dukungan dari Legislatif,” kata Hari Juni Susanto kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (3/5/2026).

Terkait konsep jika Angkutan Wisata Gratis ini diridhoi oleh dewan, Hari Juni menyatakan nantinya para sopir angkutan kota akan dikontrak untuk menjadi bagian dalam program layanan gratis bagi umum ini.

Selain itu, adanya program ini juga untuk memberdayakan para pemilik Kawanku (Kendaraan Angkutan Wisata Kota Batu), yang sebelumnya telah terbentuk sebagai layanan shuttle wisata hasil modifikasi angkutan umum, yang diluncurkan untuk mempermudah pergerakan wisatawan antar destinasi di Kota Batu dan mengurangi kemacetan.

“Konsepnya nanti kami melibatkan shuttle Kawanku, termasuk angkot-angkot yang ada, nantinya menggunakan sistem kontrak."

"Kalau feeder itu kan sistemnya disubsidi oleh pemerintah provinsi."

"Sehingga masih berbayar seperti Trans Jatim. Kalau angkutan wisata gratis ini nanti benar-benar gratis,” jelasnya.

Selain untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, mendukung layanan bus Trans Jatim dan memberdayakan sopir angkot di Kota Batu, Angkutan Wisata Gratis ini diharapkan juga dapat mengurangi kemacetan yang terjadi di Batu, khususnya saat musim libur panjang.

“Harapan kami siapapun yang mau ke Batu, bisa juga wisatawan menggunakan ini untuk mengurangi kemacetan dan juga para sopir angkot memperoleh manfaat dari adanya angkutan wisata gratis ini nantinya,” jelasnya.

Baca juga: Mantan Kepala UPT Pasar Siap Ungkap Dalang di Balik Dugaan Jual Beli Kios Pasar Among Tani Kota Batu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.