Mini Soccer Kian Populer di Gresik, GMS Telaga Ngipik Jadi Destinasi Favorit, Ini Tarifnya
Wiwit Purwanto May 03, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID GRESIK  - Tren olahraga mini soccer di Kabupaten Gresik semakin menunjukkan geliatnya. Tingginya antusiasme masyarakat membuat fasilitas lapangan kian diburu, seperti yang terlihat pada kehadiran Gresik Mini Soccer (GMS) di kawasan Telaga Ngipik, Kebomas, yang langsung dipadati pemesanan sejak resmi dibuka, Minggu 3 Mei 2026.

GMS yang resmi diluncurkan di kawasan Gumbia Park Telaga Ngipik, Jalan Siti Fatimah binti Maimun, terletak di pinggir jalan. Peresmian lapangan ini ditandai dengan kegiatan tasyakuran serta pemberian santunan kepada anak yatim.

Tarif Sewa 

Dari sisi tarif, GMS menetapkan harga sewa Rp350 ribu pada hari kerja. Sementara pada jam prime time akhir pekan, khususnya pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, tarif mencapai Rp900 ribu. 

Owner GMS, Agus, mengungkapkan bahwa kehadiran lapangan ini merupakan jawaban atas tingginya permintaan masyarakat, mengingat fasilitas mini soccer di Gresik saat ini masih terbatas.

Baca juga: Makin Diminati, Mini Soccer Akbar Arena Hadir Jadi Lapangan Baru di Kebomas Gresik

“Jadi, Demand sangat tinggi, sementara penyedia lapangan masih kurang. Hampir setiap bulan selalu penuh. Secara bisnis ini sangat potensial di Kabupaten Gresik,” ucapnya.

Menurutnya, perkembangan mini soccer tidak hanya datang dari kalangan anak muda, tetapi juga komunitas hingga perusahaan yang membutuhkan fasilitas olahraga untuk kegiatan gathering maupun olahraga rutin.

“Sekarang kita lihat tidak hanya anak muda saja, tapi perusahaan-perusahaan juga banyak yang mencari lapangan mini soccer. Kami buka mulai pukul 06.00 hingga 00.00 dini hari,” tambah Agus.

GMS sendiri telah menggunakan rumput sintetis dengan tingkat kepadatan 12 density yang diklaim memenuhi standar nasional untuk lapangan mini soccer. Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan pengalaman bermain yang lebih nyaman dan profesional bagi pengguna.

Baca juga: Pemkot Surabaya Ubah Kolam Renang di Eks THR Jadi Lapangan Mini Soccer hingga Padel

Lebih jauh, Agus menyebut tren pergeseran dari sepak bola konvensional ke mini soccer semakin terlihat di Gresik. Selain lebih praktis, keterbatasan lapangan besar juga membuat mini soccer menjadi alternatif utama komunitas olahraga.

“Tingginya minat terlihat dari jadwal booking yang terus padat. Bahkan dalam dua minggu terakhir seluruh slot pertandingan sudah terisi penuh,” jelasnya.

Sementara itu, Andri Siswanto selaku mitra kerja sama Gumbia dan UISI menegaskan bahwa keberadaan lapangan ini juga menjadi bagian dari pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa.

“Di dalam manajemen UISI ada manajemen bisnis. Kami ingin mahasiswa yang lulus bisa langsung mengenali dunia usaha, termasuk olahraga dan usaha kuliner,” katanya.

Diketahui, GMS juga menggandeng Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Kampus C dalam pengelolaannya. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis olahraga, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan mahasiswa agar lebih dekat dengan dunia usaha.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.