Polres Tasikmalaya Kota Berencana Hadirkan Saksi Ahli Terkait Dugaan Asusila Tukang Bakso
Machmud Mubarok May 03, 2026 09:35 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Polres Tasikmalaya Kota berencana menghadirkan saksi ahli untuk mendalami dugaan kasus asusila tukang bakso Mas Sutarno. 

Rencana menghadirkan saksi ahli ini bertujuan untuk memperkuat berkas perkara, karena sampai saat ini keterangan dari korban belum terlalu kuat mengarah ke dugaan asusila.

Menurut keterangan korban inisial E (23) bahwa tukang bakso mas Sutarno sempat mencolek bagian sensitif di celah papan pada saat hendak salat magrib.

Sedangkan keterangan terduga pelaku Sutarno (48) membantah atas tuduhan asusila terhadap korban.

Polisi juga sudah melakukan olah TKP dan rekon lidik untuk mengetahui pasti dugaan asusila tersebut.

Namun, sampai saat ini kepolisian belum bisa membeberkan hasil, dan masih dilakukan pendalaman dari keterangan saksi kedua belah pihak.

Bahkan, pada Rabu (29/4/2026) Sutarno dipanggil kembali untuk dimintai keterangan seputar kasus yang dituduhkan terkait laporan asusila.

"Memang terlapor sudah dipanggil lagi pada Rabu (29/4), tapi untuk perkara yang kasus dugaan pencabulan masih melakukan pendalaman apakah ada atau tidak tindak pidana dan nanti diinfokan updatenya," ucap Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Herman Saputra dikonfirmasi TribunPriangan.com, Minggu (3/5/2026).

Selain itu, AKP Herman menegaskan pihaknya berencana menghadirkan saksi ahli sebagai bahan keterangan tambahan terhadap kasus ini.

"Memang belum final, dan masih pendalaman, kalau perlu kita hadirkan saksi ahli nanti," kata AKP Herman.

Baca juga: Polisi Sudah Periksa 5 Saksi Dalam Kasus Asusila Tukang Bakso di Tasikmalaya

Baca juga: Kuasa Hukum E Minta Polisi Percepat Penyidikan Dugaan Asusila yang Dilakukan Tukang Bakso

Ia juga berencana memanggil kedua pihak, untuk pendalaman keterangan. Karena saat ini dua keduanya membawa versi.

"Yang pasti kalau dimungkinkan keterangan pendalaman pasti kami panggil lagi untuk keduanya, baik terlapor maupun korban," katanya. 

Sebelumnya Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota telah melakukan rekons sidik di tempat kejadian perkara (TKP) di bakso Solo Mas Suparno berlokasi di Jalan Cieunteung, Cihideung, Kota Tasikmalaya.

Untuk rekon sidik tersebut dihadirkan korban inisial E asal warga Cipedes dengan didampingi tim kuasa hukum serta terduga pelaku Sutarno (48).

Dalam rekonstruksi sidik tersebut, korban dan terduga pelaku mempraktikkan awal mulai kejadian hingga terjadi adu mulut sang pacar E dengan Sutarno, yang tak terima atas tindakan tidak terpuji terhadap E.

Polisi bakal melakukan rekonstruksi kembali, setelah mengumpulkan bukti keterangan dari para saksi.

"Masih pendalaman, masih belum dapat clue, mohon waktu," ucap Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Herman Saputra dikonfirmasi TribunPriangan.com, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: Mas Sutarno Tukang Bakso di Tasikmalaya Terancam Jadi Tersangka Kasus Pelecehan

Baca juga: Kuasa Hukum E Minta Polisi Percepat Penyidikan Dugaan Asusila yang Dilakukan Tukang Bakso

AKP Herman menjelaskan, dalam kasus dugaan asusila ini polisi telah melaksanakan rekonstruksi sidik sebagai tahap awal yang nanti menjadi bahan pengembangan kasus.

"Kalau sudah dianggap cukup, mungkin kita gelar nanti," tegasnya.

Ditanyai jumlah pemeriksaan saksi dalam kasus asusila tukang bakso ini, ia mengungkapkan sudah diperiksa beberapa orang tapi masih didalami dulu.

"Kurang lebih lima orang, tapi detailnya nanti kita update lagi siap saja yang diperiksa," kata AKP Herman.

Identitas korban yakni Sutarno (48) dan ponakannya Fajar Kristianto (36) dibawa kabur sekelompok orang usai terlibat kesalahpahaman dengan pembeli yang belum diketahui identitasnya.

Kejadian terjadi sekira pukul 18.00 WIB, awalnya korban kedatangan pembeli dua orang menggunakan sepeda motor. 

Pada saat membuatkan pesanan, korban sempat bersenggolan dengan pembeli hingga terjadi cekcok.

Setelah cekcok, kedua pembeli tersebut pulang tapi kembali balik lagi pada pukul 19.00 WIB dengan membawa rekan lain berjumlah empat orang.

Baca juga: Fakta Mengejutkan Guru Culik Siswi SD Sumedang, Kenal Korban di Aplikasi Kencan

Namun, selepas Isya sekitar pukul 19.00 WIB suasana berubah drastis. Empat sepeda motor datang membawa sekelompok remaja lain.

Bukan untuk makan bakso, melainkan membawa emosi yang tampaknya sudah dipupuk sejak Magrib.

Tanpa banyak bicara, mereka langsung menyerang Sutarno. Korban dipukul, di jedotkan ke gerobak, bahkan ditendang berulang kali. 

Aksi itu terjadi di depan kedua anaknya yang masih berusia 16 dan 10 tahun yang seharusnya belum perlu menyaksikan kekerasan tersebut.

Belum cukup sampai di situ. Dalam kondisi lemah, Sutarno justru dibawa paksa oleh para pelaku. Keponakannya yang berusia sekitar 25 tahun juga ikut diseret.

Usai kejadian, warga pun berkumpul di lokasi untuk melihat dan memastikan terkait peristiwa tersebut.

“Katanya kesenggol, mungkin tidak sengaja. Tapi tidak terima. Yang laki-lakinya marah,” ungkap istri korban, Winarti dikonfirmasi TribunPriangan.com,

Winarti mengungkapkan, kejadian sangat cepat karena sekelompok orang langsung membawa suaminya tanpa basa basi.

"Yang dibawa suami saya sama ponakan menggunakan motor, bahkan ada warga melerai, tapi langsung dibawa ga bisa diberhentikan," jelasnya.

Ia mengaku, saat kejadian dirinya tengah berada di lantai dua dan langsung melihat insiden yang menimpa suaminya.

"Saya posisi di lantai dua, pas kebawah sudah ramai dan masih ada tapi liat dibawa ke motor suami sama ponakan saya," katanya. 

Sampai saat ini pihak kepolisian masih mencari keberadaan korban dan mengumpulkan keterangan dari saksi di tempat kejadian perkara.

Dalam perkembangannya, kasus ini pecah jadi dua kasus, karena masing-masing pihak, baik korban dan pelaku, sama-sama melapor ke Polres Tasikmalaya Kota. 

Sutarno dan keponakannya melaporkan atas kasus penculikan dan penganiayaan yang menimpa mereka. Atas kasus ini, 4 orang pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara E, melaporkan kasus pelecehan yang dilakukan Sutarno terhadap dirinya dan kasus masih dalam pendalaman. (*)

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.