4 Fakta Inter Milan vs Parma di Liga Italia, Momentum Scudetto dan Pesta Reuni Chivu
Cornel Dimas Satrio May 03, 2026 10:50 PM

TRIBUNKALTARA.COM - Simak 4 fakta Inter Milan vs Parma di Liga Italia Serie A, momentum Nerazzurri Scudetto sekaligus pesta reuni Cristian Chivu.

Pertandingan Inter Milan vs Parma pada giornata 35 Liga Italia Serie A akan menjadi momentum Scudetto bagi tuan rumah.

Klub berjulukan Nerazzurri itu hanya membutuhkan setidaknya hasil imbang untuk memastikan gelar juara Liga Italia Serie A ke-21 milik mereka, di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (4/3/2026).

Sebelum duel Inter Milan vs Parma, anak asuh Cristian Chivu unggul 9 poin dari Napoli di papan klasemen.

Dengan sisa 3 pertandingan lagi, Nerazzurri cuma butuh tambahan satu poin untuk mempercepat pesta Scudetto.

Selain soal momentum Scudetto, laga Inter Milan vs Parma ini bakal diwarnai 4 fakta menarik.

Termasuk tentang sosok Cristian Chivu yang bakal meraih Scudetto perdana dalam karier kepelatihannya.

4 Fakta Inter Milan vs Parma di Liga Italia

1. Pesta Reuni Cristian Chivu

Pertandingan Inter Milan vs Parma seperti menjadi pesta istimewa yang disediakan untuk Cristian Chivu.

Allenatore asal Rumania itu berkesempatan meraih gelar juara Liga Italia Serie A untuk kali pertama sebagai pelatih.

Uniknya, pada laga penentuan ini, Cristian Chivu harus meladeni Parma, tim yang musim lalu dilatihnya.

Parma merupakan klub yang memberikan kesempatan pertama buat Chivu untuk memulai karier pelatih profesional di kasta tertinggi liga.

SELANGKAH SCUDETTO - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu selangkah lagi meraih Scudetto, jika tidak kalah melawan mantan klubnya, Parma, pada giornata 35 Liga Italia Serie A di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (4/5/2026).
SELANGKAH SCUDETTO - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu selangkah lagi meraih Scudetto, jika tidak kalah melawan mantan klubnya, Parma, pada giornata 35 Liga Italia Serie A di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (4/5/2026). (ARSP - X/@Inter)

Baca juga: Profil Petar Sucic, Pahlawan Baru Inter Milan, Senjata Rahasia Chivu dari Bangku Cadangan

Tak sampai genap 4 bulan mengambil alih Parma yang terseok di papan bawah, tangan dingin Cristian Chivu membuahkan hasil.

Il Gialloblu berhasil dibawa lolos dari ancaman degradasi dalam tahun debut Chivu di kursi pelatih kepala.

Sebelas bulan setelah menyelamatkan Parma dari zona merah, Cristian Chivu justru bersiap mengangkat trofi Scudetto untuk Inter Milan.

Musim ini, Parma juga telah berhasil selamat dari degradasi, sehingga tak ada lagi yang diperjuangkan saat melawan Inter Milan.

Bisa dibayangkan laga Inter Milan vs Parma akan menjadi formalitas panggung yang disediakan untuk pesta reuni Cristian Chivu.

Lebih spesial lagi, kebahagiaan Chivu semakin lengkap karena meraih Scudetto bersama tim yang pernah diperkuatnya saat menjadi pemain.

Semasa aktif sebagai pemain, Chivu turut menyumbangkan 3 Scudetto untuk Inter Milan.

2. Inter Milan Dominan

Dalam statistik pertemuan, Nerazzurri selalu tampil dominan melawan Parma.

Inter bahkan tak terkalahkan dalam 10 perjumpaan terakhir mereka di semua kompetisi.

Meski terkesan dominan, Inter Milan tak benar-benar menyakiti Parma, sebab laga selalu berakhir dengan skor tipis. Kemenangan paling besar berjarak dua gol.

Kemenangan terbesar justru diciptakan Inter Milan saat era kelam di bawah transisi kepelatihan Claudio Ranieri, musim 2011/2012/

Saat itu, Inter Milan yang masih diperkuat Javier Zanetti, melibas Parma 5 gol tanpa balas.

Tetapi setelah kemenangan besar itu, Parma selalu menyulitkan memberikan perlawanan ketat bagi Nerazzurri.

Sedangkan kali terakhir Parma mencuri kemenangan di Meazza terjadi 8 tahun silam dengan skor 0-1. Gol kemenangan Il Gialloblu dicetak Federico Dimarco yang kali ini menjadi senjata andalan Nerazzurri di sayap kiri.

Baca juga: Hasil Liga Italia Parma vs Inter Milan, Chivu Gagalkan Kemenangan Mantan, Sempat Tertinggal 0-2

3. Thuram On Fire

Marcus Thuram juga akan melakoni laga spesial melawan Parma, tim tempat kota kelahirannya.

Selain lahir di Parma, Marcus Thuram merupakan putra dari legenda klub tersebut, Lilian Thuram.

Tetapi soal ketajaman, Marcus Thuram adalah petaka besar bagi Parma.

Dalam 3 perjumpaan terakhir, penyerang 28 tahun itu selalu mencetak gol ke gawang Il Gialloblu.

Bahkan pada pertemuan pertama musim ini, Marcus Thuram membantu Nerazzurri mencuri poin penuh setelah menggandakan keunggulan Inter.

Jumlah gol tersebut bisa bertambah, mengingat Marcus Thuram belakangan ini tampil on fire selepas jeda internasional.

Sejak April, Marcus Thuram terlibat dalam 7 gol Nerazzurri (5 gol + 2 assist).

Dengan demikian, Thuram sudah mencetak 12 gol di Liga Italia Serie A dan jadi salah satu senjata utama Cristian Chivu.

4. Bidik Produktivitas

Nerazzurri sedang membidik produktivitas gol terbanyak di liga.

Musim ini, Inter Milan telah mengemas 80 gol dari 34 pertandingan di Serie A.

Satu gol saja ke gawang Parma, akan membuat Inter Milan melewati torehan gol terbaik mereka setelah 35 giornata di beberapa musim legendaris (seperti 1950-an dan 2023/24).

Ini juga bakal menjadi salah satu musim paling produktif dalam sejarah klub.

Rekor gol terbanyak Inter dalam satu musim Serie A adalah 107 gol yakni pada musim 1950/1951.

Sedangkan rekor di zaman modern terdekat adalah musim 2023–24 dengan 89 gol saat Nerazzurri berhasil meraih bintang kedua Scudetto.

Masih tersisa 4 pertandingan lagi yang memungkinkan Inter Milan melewati torehan ini.

(*)

(TribunKaltara.com / Cornel Dimas Satrio K)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.