Buku "Islamku, Islam Anda, dan Islam Kita" Karya Gus Dur Dibedah di Tunisia
Satrio Sarwo Trengginas May 04, 2026 12:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Tunisia menggelar Diskusi Buku KH. Abdurrahman Wahid, "Islamku, Islam Anda, dan Islam Kita" di Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 di Elkram, Tunis (1/5/2026).

Kegiatan ini diisi oleh Duta Besar RI Zuhairi Misrawi dan Ketua Dewan Tinggi Ulama Tunisia Syaikh Shalahuddin al-Mustawi, sementara Indonesia berstatus sebagai Tamu Kehormatan.

Zuhairi menyampaikan, bahwa pemikiran Gus Dur memberikan sumbangsih dan pengaruh besar di Indonesia, khususnya dalam membentuk pandangan kebangsaan dan kemanusiaan. 

"Buku Islamku, Islam Anda, dan Islam Kita merupakan buku penting dalam membentuk cara berpikir keislaman yang bertujuan membangun citarasa kebangsaan dan kemanusiaan. Islam harus punya pijakan dalam konteks kearifan lokal, kebangsaan, dan kemanusiaan. Dalam konteks tersebut, pemikiran Gus Dur telah memberikan sumbangsih dan pengaruh besar dalam perjalanan kebangsaan Indonesia. Gus Dur mampu membentuk generasi muda Muslim, khususnya kader muda Nahdlatul Ulama sebagai gerbong besar dalam mewarnai gagasan kebangsaan dan gagasaan kemanusiaan", ujar Duta Besar Republik Indonesia, yang juga dikenal sebagai Cendekiawan Nahdlatul Ulama dan kader Gus Dur tersebut.

Suasana diskusi buku Islamku, Islam Anda, dan Islam Kita dalam aja
SUASANA DISKUSI FOTO - Suasana diskusi buku Islamku, Islam Anda, dan Islam Kita dalam ajang Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40, dengan Indonesia sebagai Tamu Kehormatan.

Zuhairi menambahkan, pemikiran Gus Dur tidak hanya berpengaruh di Indonesia, melainkan di berbagai belahan dunia. 

"Pemikiran keislaman Gus Dur telah memberikan kekhususan dan keistimewaan pada Islam Indonesia, sehingga pengaruhnya meluas hingga berbagai belahan dunia. Kajian tentang pemikiran Gus Dur meluas hingga ke Timur-Tengah hingga Barat", pungkasnya. 

Sementara Syaikh Shalahuddin al-Mustawi menyampaikan pemikiran Gus Dur relevan dalam konteks kekinian karena membawa pesan persaudaraan dan perdamaian.

"Pemikiran Gus Dur sangat relevan dalam konteks keindonesiaan dan konteks kemanuisaan global", ujarnya.

Berita terkait

  • Baca juga: Rekam Jejak Juwono Sudarsono Menhan Era Gus Dur dan SBY, Meninggal Dunia di RS Pondok Indah
  • Baca juga: Isu Tambang NU Diungkit Pandji, Anak Gus Dur: Sesuai Fakta, Saya Juga Pernah Roasting Tentang Itu
  • Baca juga: Aktivis Muda NU Merasa Urgen Polisikan Pandji, Arie Kriting Bela: Kita Juga Mencontoh Gus Dur

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.