TRIBUNJAKARTA.COM, KEPULAUAN SERIBU - Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengevakuasi delapan penumpang kapal nelayan di perairan sebelah selatan Pulau Tidung Kecil, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Minggu (3/5/2026) malam.
Evakuasi dilakukan setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di tengah laut.
Kapal nelayan bernama KM Iwan tersebut diketahui berangkat dari Pulau Pari menuju Pulau Tidung sebelum akhirnya mengalami kendala mesin di tengah perjalanan.
Akibatnya, kapal itu sempat terombang-ambing di laut hingga akhirnya awak kapal meminta bantuan kepada petugas.
Laporan tersebut diterima petugas pada pukul 18.12 WIB, kemudian tim damkar dari Pos Pulau Tidung langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian menggunakan unit kapal rescue.
Sebanyak enam personel dikerahkan dalam operasi penyelamatan tersebut dengan menggunakan unit Satria Biru.
Unit pertama diberangkatkan pada pukul 18.14 WIB, disusul unit berikutnya pada pukul 18.32 WIB.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan proses evakuasi terhadap seluruh penumpang yang berada di atas kapal.
Delapan penumpang tersebut terdiri dari tiga orang dewasa, empat anak-anak, dan satu balita.
Kepala Regu Damkar Kepulauan Seribu Abu Bakar mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan adanya kapal mati mesin di perairan Pulau Tidung Kecil.
"Kami petugas Damkar Pulau Tidung mendapat laporan bahwa kapalnya mati mesin di perairan Pulau Tidung Kecil. Selanjutnya kami menuju TKP dan melakukan evakuasi penumpang, lalu para penumpang kami bawa ke Pulau Tidung Selatan," ujar Abu Bakar.
Proses evakuasi dimulai pada pukul 18.33 WIB dan berhasil diselesaikan pada pukul 18.45 WIB.
Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa adanya korban jiwa.
Setelah dievakuasi, para penumpang langsung dibawa ke Pos Pulau Tidung untuk menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi mereka tetap stabil.
Diketahui, nahkoda kapal bernama Awal sempat menghubungi petugas Damkar untuk meminta pertolongan saat kapal mengalami mati mesin.
Berkat respons cepat petugas, seluruh penumpang dapat diselamatkan dalam waktu relatif singkat sejak laporan diterima.
Operasi penyelamatan dinyatakan selesai dalam kondisi aman dan terkendali.