TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Masyarakat mulai berburu hewan ternak berupa sapi hingga kambing untuk kurban di Iduladha 1447 Hijriah (H) pada 2026 ini. Para peternak pun juga mulai mempersiapkan seluruh hewan ternak miliknya untuk dipasarkan ke masyarakat.
Seperti yang dilakukan di Peternakan UD Mulyo Slamet di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo. Peternakan ini dikelola oleh Olan Suparlan yang juga Lurah Sukoreno.
Ia pun menggunakan cara yang tak biasa untuk menjual sapi ternak yang akan jadi kurban. Ia memanfaatkan jasa Sales Promotion Girls (SPG) untuk memasarkannya ke konsumen.
Olan menjelaskan kehadiran SPG bukan hal baru, mengingat ia sudah memanfaatkannya selama beberapa tahun terakhir. Ia ingin ada nuansa berbeda dalam memasarkan sapi ternak miliknya untuk kurban.
"Para SPG ini sangat membantu karena bisa mempromosikan sapi ke pembeli dengan pelayanan yang santun dan bisa memberikan penjelasan rinci terkait sapi yang hendak dijual," jelasnya ditemui belum lama ini.
Olan merekrut para SPG tersebut dari berbagai daerah dan sudah memiliki pengalaman untuk pemasaran. Namun sebelum mulai memasarkan sapi, para SPG mendapat pelatihan dasar berupa mengenal jenis-jenis sapi yang akan dijual ke masyarakat.
Selain tahu jenis sapi, mereka juga harus piawai memperkirakan berapa bobot hingga kualitas daging yang dihasilkan. Termasuk kekurangan dan kelebihan dari sapi yang dijual.
"Jadi mereka sudah memiliki dasar pengetahuan tentang sapi yang akan dijual dan sudah terbiasa dengan itu," kata Olan.
Adapun pihaknya menyediakan sebanyak 100 sampai 200 sapi untuk Kurban Iduladha tahun ini. Jenisnya lengkap, mulai dari Limosin, Simental, Jawa PO (Peranakan Ongole), dan Bali.
Ratusan sapi itu didatangkan dari berbagai daerah seperti Gunungkidul, Kebumen, Sleman, hingga Bali. Harga sapi dijual mulai dari harga Rp 20 juta hingga Rp 30 juta.
"Kami juga sudah menyiapkan buku daftar harga yang dipegang oleh SPG dan akan dijelaskan ke pembeli," ujar Olan.
Setidaknya sudah 30 sapi yang terjual ke konsumen. Mereka datang dari berbagai daerah seperti lokalan Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, bahkan sampai dari Purwokerto dan Jakarta.
Olan mengatakan pembeli bisa mendapatkan sapi dengan harga diskon khusus. Harga yang diberikan sudah termasuk perawatan sapi hingga pengantarannya ke pembeli di H-1 Iduladha nanti.
"Yang jelas pembeli bisa mendapatkan sapi kurban dengan harga yang kompetitif," katanya.
Salah satu SPG yang direkrut Olan adalah Nuni Andriani. Perempuan asal Magelang, Jawa Tengah ini pernah menjadi SPG untuk event atau acara, dan ini pertama kalinya dia menjadi SPG untuk memasarkan sapi.
Meski begitu, ia merasa sama sekali tidak ada kendala dengan pengalaman baru tersebut. Bahkan ia mengaku hanya membutuhkan waktu sehari untuk mempelajari jenis-jenis sapi hingga harganya.
"Saya jadi mendapat pengalaman baru dan ini cukup menyenangkan," ujar Nuni.(alx)