TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, ratusan sapi kurban dari luar daerah mulai masuk ke Jakarta melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Sebanyak 550 ekor sapi asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Minggu (3/5/2026) malam.
Ratusan sapi tersebut diangkut menggunakan kapal ternak KM Camara Nusantara 1 dan akan didistribusikan ke sejumlah wilayah untuk kebutuhan kurban.
Setibanya di dermaga, petugas dari Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DKI Jakarta langsung melakukan pemeriksaan terhadap seluruh hewan.
Pemeriksaan meliputi pengecekan dokumen administrasi, kondisi fisik, hingga suhu tubuh sapi guna memastikan kesehatan hewan.
Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DKI Jakarta, Amir Hasanuddin mengatakan, seluruh sapi yang tiba telah melalui pemeriksaan ketat.
"Dari hasil pemeriksaan di atas kapal, baik fisik maupun dokumen, semuanya lengkap, benar, dan sah. Secara fisik juga dinyatakan sehat," ujar Amir.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan oleh dokter hewan karantina yang memastikan sapi bebas dari berbagai penyakit menular.
Beberapa penyakit yang diantisipasi di antaranya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), hingga antraks.
Selain pemeriksaan, petugas juga melakukan tindakan biosekuriti berupa penyemprotan disinfektan terhadap alat angkut dan hewan sebelum didistribusikan.
Setelah dinyatakan sehat, sebanyak 250 ekor sapi langsung dibongkar dan didistribusikan ke wilayah Jakarta dan sekitarnya, termasuk Bekasi.
Sementara itu, 300 ekor sapi lainnya akan diberangkatkan kembali melalui jalur darat menuju Pekanbaru, Riau.
Amir menyebut, pasokan sapi kurban yang masuk ke Jakarta terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tercatat, hingga saat ini sekitar 2.500 ekor sapi telah dibongkar di Pelabuhan Tanjung Priok sejak awal tahun.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai sekitar 2.200 ekor.
Ia menambahkan, pengiriman sapi dari berbagai daerah akan terus berlangsung secara berkala.
Menurutnya, hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan hewan kurban di wilayah Jakarta tetap aman dan mencukupi.
"Kami menjamin bahwa sapi-sapi yang masuk ke wilayah DKI Jakarta dalam kondisi sehat karena telah melalui pemeriksaan ketat," tutupnya.

