TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang perempuan warga negara asing (WNA) menjadi korban penjambretan di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Gondangdia 3, tepatnya di sekitar halte bus bawah jembatan dekat Taman Ismail Marzuki (TIM), pada Jumat (1/5/2026) malam.
Kejadian tersebut diungkap oleh akun Threads irvan_hw yang mengaku menyaksikan langsung aksi penjambretan tersebut.
Berdasarkan kesaksiannya, saat itu dirinya tengah menunggu bus TransJakarta di halte sekitar pukul 22.00 WIB.
Situasi di lokasi disebut cukup sepi karena sudah malam hari.
Tak lama kemudian, ia melihat seorang perempuan bule berjalan kaki sambil memegang ponsel dan membawa tas.
Perempuan itu hendak menyeberang ke arah halte.
"Tiba-tiba dari arah lain ada dua pria berboncengan naik motor. Langsung nyamber HP-nya dan belok ke pertigaan," tulis irvan_hw dalam unggahannya.
Aksi tersebut berlangsung sangat cepat.
Saksi mengaku tidak melihat tanda-tanda pelaku sudah mengincar korban sebelumnya.
Korban pun langsung berteriak histeris dan berusaha mengejar pelaku.
Saksi juga sempat berusaha membantu dengan ikut berteriak dan mencoba mengejar.
Namun, pelaku berhasil melarikan diri.
Sekitar 15 menit kemudian, korban kembali melintas di depan halte dalam kondisi panik sambil mengatakan, "my phone".
Saksi mengaku kebingungan untuk membantu dan hanya bisa menenangkan korban serta mengingatkan agar lebih berhati-hati.
"Gue sambil bilang lagi "hati-hati kalau malem-malem di pinggir jalan, HP kantongin, disini rawan jambret intinya gue bilang gitu sambil nada panik asli," ujarnya.
Korban kemudian berterima kasih sebelum diduga kembali menuju tempat menginapnya.
"Pas akhirnya dapet bus TransJakarta, kejadian itu masih kepikiran terus di kepala gue. Sumpah kayak kasihan banget, orang jauh-jauh ke sini niatnya mau holiday, malah kena jambret. Nggak kebayang isi HP-nya sepenting apa, data-data, foto, kontak, akses ini-itu," ujarnya.
Hingga kini belum diketahui apakah korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat menggunakan ponsel di pinggir jalan pada malam hari di lokasi yang sepi.

