Hardiknas 2026 di Magelang: Pendidikan sebagai Proses Memanusiakan Manusia
Yoseph Hary W May 03, 2026 11:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG. Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Kabupaten Magelang berlangsung khidmat di halaman Kantor Setda, Sabtu (2/5/2026). Momentum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menegaskan kembali arah dan makna pendidikan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Amanat Hari Pendidikan

Wakil Bupati Magelang, Sahid membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni, melainkan momen penting untuk meneguhkan pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia.

“Pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang, untuk memanusiakan manusia,” ujar Sahid.

Sahid mengutarakan Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan lima kebijakan strategis guna memperkuat sektor pendidikan. Salah satunya adalah pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Pada 2025, program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan, sementara penggunaan papan interaktif digital (PID) telah diterapkan di lebih dari 288.000 sekolah.

Selain itu, lanjut Sahid, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru menjadi fokus utama. Pemerintah memberikan beasiswa Rp3 juta per semester bagi guru yang belum berpendidikan S1 melalui program rekognisi pembelajaran lampau (RPL). Jumlah penerima beasiswa meningkat signifikan dari 12.500 guru pada 2025 menjadi 150.000 guru pada 2026.

“Guru adalah teladan dan agen peradaban. Karena itu, kesejahteraan dan kompetensinya harus terus ditingkatkan,” tegas Sahid.

Berbagai program pendukung juga terus digencarkan, seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Makan Bergizi Gratis, kegiatan Pramuka, hingga pembelajaran berbasis pengalaman. Penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan STEM turut menjadi prioritas, disertai dengan penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen evaluasi pendidikan.

"Pemerintah juga membuka berbagai jalur layanan pendidikan, mulai dari sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, sekolah terbuka, hingga pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan," Urai Sahid.

Lebih lanjut Sahid mengungkapkan, dalam 18 bulan terakhir, kementerian juga membangun fondasi pendidikan bermutu melalui integrasi empat pusat pendidikan: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Namun demikian, keberhasilan pendidikan tetap membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.

Revitalisasi sekolah

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Wisnu Argo Budiono, menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ia menyebut program revitalisasi sangat membantu menunjang kegiatan belajar mengajar di daerah.

" Pada 2025, Kabupaten Magelang menerima 40 bantuan revitalisasi untuk satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA, dan ditargetkan meningkat menjadi 60 sekolah," tuturnya.

Selain itu, lanjut Wisnu, pihaknya juga mendorong sinergi lintas sektor dalam mengawal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) agar berjalan transparan dan berkeadilan, termasuk melalui penandatanganan pakta integritas bersama Forkopimda dan OPD.

"Di sisi lain, persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) masih menjadi tantangan serius. Pemerintah daerah terus berupaya membuka akses pendidikan seluas-luasnya agar tidak ada lagi anak yang tertinggal. Kami berharap tidak ada lagi anak yang tidak sekolah. Ini menjadi PR bersama,” kata Wisnu.

Wisnu menegaskan Hardiknas 2026 di Kabupaten Magelang pun menjadi penegasan bahwa pendidikan bukan sekadar program, melainkan gerakan kolektif yang membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan kesungguhan seluruh pihak. Dengan fondasi yang terus diperkuat, harapan untuk mewujudkan generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global semakin nyata.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.