TRIBUNJOGJA.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menyelenggarakan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak di 5 Kabupaten/Kota. Agenda besar ini melibatkan konsolidasi struktur pada 78 Pengurus Anak Cabang (PAC) di seluruh wilayah DIY.
Konsolidasi internal PDI Perjuangan DIY ini bagian dari langkah politik untuk memperkuat fungsi organisasi di tingkat akar rumput dan memastikan mesin partai bergerak solid. Dalam kegiatan ini DPD PDI Perjuangan DIY mengumumkan keputusan tentang Ketua PAC terpilih dan dua personalia, Sekertaris dan Bendahara.
Sementara jajaran pengurus lainnya diserahkan kepada Tim Formatur yang dipimpin oleh Ketua terpilih. Penyelenggaraan Musancab ini dipimpin langsung oleh jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan DIY guna memastikan proses transisi dan penguatan kepengurusan berjalan sesuai peraturan partai.
Dalam arahannya, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi, menegaskan bahwa soliditas kader adalah kunci utama perjuangan politik kerakyatan. Ia menekankan bahwa formasi pengurus PAC periode ini dirancang dengan komposisi yang inklusif, terdiri dari unsur pemuda dan unsur perempuan.
"Kita ingin memastikan bahwa PDI Perjuangan di DIY terus relevan dengan zaman. Dengan memasukkan unsur pemuda dan perempuan dalam struktur kepengurusannya hingga ke tingkat PAC, kita sedang membangun fondasi perjuangan yang lebih kuat dan aspiratif terhadap seluruh lapisan masyarakat," tegas Nuryadi.
Lebih lanjut, Nuryadi menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus baru untuk tidak sekadar memegang jabatan, melainkan segera melakukan kerja-kerja nyata. Setiap kader wajib turun ke bawah (turba) untuk mendengar dan memperjuangkan hak-hak masyarakat bawah.
"Tugas utama kader adalah menjadi pembela Wong Cilik dan kaum Marhaen. Jangan pernah berjarak dengan rakyat. Kehadiran struktur PAC harus menjadi solusi bagi persoalan-persoalan masyarakat di wilayahnya masing-masing," tambahnya.
Menutup arahannya, Nuryadi mengingatkan pentingnya disiplin organisasi. Ia menekankan bahwa setiap langkah dan kebijakan yang diambil oleh kader di tingkat manapun harus tunduk dan patuh sepenuhnya pada AD/ART partai. Kedisiplinan ini dianggap sebagai prasyarat mutlak untuk menjaga kehormatan partai dan soliditas kader dalam menghadapi tantangan politik ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY, Yan Kurnia Kustanto, menyampaikan bahwa proses penentuan Ketua PAC dan dua personalia melalui proses pengusulan, penyaringan, fit and proper test, hingga rapat pleno bersama seluruh jajaran pengurus DPD dengan assessment yang terukur sebagai bahan pertimbangan.
"Kita ini partai massa yang telah bertransformasi menjadi partai modern, keputusan politik diambil mengedepankan rasionalitas, penentuan Ketua di tingkat PAC dilakukan dengan parameter ilmiah dan pertimbangan politik," jelasnya.
Secara kelembagaan, Yan Kurnia Kustanto, menjelaskan bahwa kepengurusan PAC kedepan akan diampuh langsung oleh kepemimpinan DPD dalam koordinasi intens dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di masing-masing kabupaten/kota. Menurutnya, DPD PDI Perjuangan DIY akan melakukan evaluasi dan monitoring berkala.
"Pelembagaan partai politik butuh kerja organisatoris yang adaptif. Partai saat ini punya tantangan serius untuk bisa menjaga kepercayaan masyarakat tetap solid. Jangan sampai warga hanya mau ngeluh di Sosmed, tidak menyampaikan aspirasinya ke partai politik, di situ tugas PAC dan Ranting harus aktif dan solid," ungkap Yan Kurnia Kustanto. (*)

