DWS Nonton Langsung di Maguwoharjo, PSS Sleman Segel Promosi dan Tantang Garudayaksa di Final
Ikrob Didik Irawan May 03, 2026 11:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM – Stadion Maguwoharjo bergemuruh, Minggu (3/5/2026) sore.

Di hadapan sekitar 16 ribu suporter, PSS Sleman tampil trengginas dan memastikan tiket promosi ke Liga 1 usai membungkam PSIS Semarang dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga pamungkas Grup B Pegadaian Championship 2025/2026.

Namun bukan hanya kemenangan Super Elang Jawa yang jadi sorotan. Ada pemandangan menarik di tribune VVIP: “bos” Garudayaksa FC, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), turut hadir langsung menyaksikan calon lawannya di partai puncak.

Duel Rasa Final, DWS Intip Lawan

Kehadiran DWS seakan menegaskan aroma final yang sudah terasa di Maguwoharjo. Ia duduk berdampingan dengan Direksi PT PSS Sleman, Yoni Arseto, menikmati jalannya laga yang menentukan nasib tuan rumah.

Bagi DWS, Sleman bukan tempat asing. Ia punya kedekatan emosional dengan PSS, pernah menjadi bagian dari PSS Junior, sekaligus dikenal sebagai pendukung setia Laskar Sembada.

“Kalau ke Sleman itu rasanya seperti pulang. Kebetulan PSS main dan ini calon lawan di final,” ujar DWS.

Penasihat Askab PSSI Sleman ini pun menyambut antusias pertemuan antara Garudayaksa FC dan PSS di partai puncak.

“Alhamdulillah PSS menang. Kita sama-sama lolos langsung, sampai jumpa di grand final di Maguwoharjo,” lanjutnya.

PSS Gaspol, PSIS Tak Berkutik

Di atas lapangan, PSS tampil dominan sejak awal. Gol pembuka dicetak Gustavo Tocantins pada menit ke-34, memanfaatkan kelengahan lini belakang PSIS.

Selepas jeda, tekanan tuan rumah tak mengendur. Junior Haqi menggandakan keunggulan pada menit ke-58 sebelum Arda Alfareza mengunci kemenangan lewat gol menit ke-87.

Skor 3-0 tak hanya memastikan kemenangan, tetapi juga mengantar PSS menjadi juara Grup B dengan 56 poin dari 27 laga (15 menang, 8 imbang, 4 kalah).

Final Ideal: PSS vs Garudayaksa

Hasil ini membuat PSS menyusul Garudayaksa FC yang lebih dulu memastikan promosi. Kedua tim kini akan bentrok di grand final Championship 2025/2026—laga yang sudah lama “diramalkan” sejak pertemuan uji coba mereka sebelumnya.

DWS bahkan menyebut skenario ini seperti mimpi yang jadi kenyataan.

“Dulu sempat berandai-andai, waktu Garudayaksa melakukan uji coba di Sleman ini seperti gladi bersih final. Ternyata sekarang benar-benar terjadi,” ucapnya sambil tersenyum.

Ia menegaskan, laga final nanti bukan sekadar formalitas.

“Namanya kompetisi, juara itu target. Kita harus fokus dan tampil maksimal. Lawan Sleman, kita harus benar-benar siap,” tegasnya.

PSS Bidik Gelar Juara

Sementara itu, Yoni Arseto menyambut hangat kehadiran DWS. Ia menyebut Garudayaksa bukan sekadar lawan, tetapi juga “sahabat” dalam kompetisi.

“Kami senang sekali Mas Danang hadir. Apalagi beliau asli Sleman. Final di sini tentu jadi kebanggaan bersama,” kata Yoni.

Meski begitu, target PSS tetap jelas: juara.

“Yang penting kita sajikan pertandingan terbaik. Tapi targetnya jelas, PSS harus juara,” tegasnya.

Keberhasilan ini jadi bukti kebangkitan cepat PSS Sleman. Hanya semusim di Liga 2, tim asuhan Ansyari Lubis langsung kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Kini, satu misi tersisa: menutup musim dengan gelar juara—dan kebetulan, sang penantang di final sudah datang lebih dulu ke Maguwoharjo untuk “mengintip” kekuatan mereka.

Persaingan Ketat Grup B

Di laga lain, Persipura Jayapura menang 2-0 atas Persiku Kudus dan mengoleksi poin sama, 56. Namun mereka kalah head-to-head dari PSS sehingga harus puas sebagai runner-up dan melaju ke babak play-off promosi.

Sementara Barito Putera yang pesta gol 8-3 atas Persipal Palu tetap finis di posisi ketiga dengan 53 poin. (*/rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.