Mensos Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Surabaya di Kedung Cowek Siap Beroperasi Juli 2026
Dyan Rekohadi May 03, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Surabaya, Minggu (3/5/2026). 

Dalam kunjungan, ia memastikan fasilitas pendidikan yang berada di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak tersebut siap beroperasi pada Juli 2026.

Gus Ipul mejelaskan, Surabaya menjadi satu di antara lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang saat ini tengah berjalan secara masif di berbagai daerah.

“Alhamdulillah, di 97 titik sekarang ini sedang dikerjakan pembangunan gedung Sekolah Rakyat oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” ujarnya.

Baca juga: Jemput Bola Sekolah Rakyat, Siswa Lama SRMA 21 Unesa Surabaya Bakal Bantu Adaptasi Murid Baru

 

Pembangunan Serentak 97 Sekolah Rakyat

Saat ini Kementerian PU tengah mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat di 97 titik.

Untuk Jawa Timur, terdapat 18 lokasi pembangunan, termasuk di Surabaya. 

Dari total 97 titik pembangunan sekolah itu, sebanyak 67 titik ditargetkan rampung tepat waktu. 

Sementara sisanya, meski belum sepenuhnya selesai, tetap diupayakan bisa digunakan secara fungsional.

"Sehingga pada bulan Juli yang akan datang, gedung permanen Sekolah Rakyat itu sudah bisa digunakan di 90 lebih titik,” jelas Gus Ipul.

Gus Ipul juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan lahan dan pemenuhan berbagai persyaratan pembangunan.

Di Sekolah Rakyat Kedung Cowek, fasilitas yang disiapkan ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Sarana pendukung meliputi perpustakaan, asrama, laboratorium, UKS, hingga fasilitas ekstrakurikuler.

Pada tinjauan tersebut, Mensos menyempatkan meninjau satu persatu fasilitas dan berdialog dengan para pekerja.

Dia mengapresiasi capaian pembangunan fasilitas pendidikan baru tersebut.

“Yang kita harapkan ini benar-benar menjadi tempat belajar-mengajar dengan lingkungan yang berkualitas,” kata mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini. 

Baca juga: Rekrutmen Calon Siswa Pakai Skema Jemput Bola, Guru Sekolah Rakyat Siap Anti Titipan

 

Penerimaan Siswa Baru Lewat Penjangkauan

Program Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu, khususnya anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah. 

Gus Ipul menegaskan, pola perekrutan siswa Sekolah Rakyat berbeda dari sekolah pada umumnya.

Tidak membuka pendaftaran, perekrutan siswa baru menggunakan penjangkauan, sebab siswa merupakan warga yang terdata kurang mampu.

“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Yang ada adalah penjangkauan, terutama untuk anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah maupun yang berpotensi putus sekolah,” tegasnya.

Dalam proses seleksi, tidak ada tes akademik.

Penentuan siswa didasarkan pada kondisi sosial ekonomi, khususnya dari keluarga dalam kategori desil 1 dan 2.

Baca juga: Rekrutmen Jemput Bola Sekolah Rakyat, Pakar Pendidikan Unair : Perlu Perbaikan Data

 

Pemkot Siapkan Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan proses penjangkauan siswa mulai disiapkan sambil menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.

“Untuk penjangkauan, kami siap menggunakan acuan desil dari Kementerian,” ujarnya dikonfirmasi terpisah.

Ia menjelaskan, proses penjangkauan akan melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di tingkat kelurahan.

Mereka melakukan pendekatan langsung kepada calon siswa dan keluarganya.

Menurut Antiek, pendekatan ini penting karena sistem Sekolah Rakyat berbasis asrama (boarding school), sehingga membutuhkan kesiapan dari sisi keluarga.

“Perlu pendekatan dan penjelasan, karena anak-anak ini nantinya akan tinggal di asrama,” katanya.

Pemkot Surabaya juga menyatakan siap mendukung penuh proses seleksi, termasuk penyediaan data warga yang masuk kategori prioritas.

"Pemkot siap mendukung siswa kurang mampu mendapatkan intervensi,” tegasnya. (bob)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.