Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) mencapai 966.000 rekening per Maret 2026, atau tumbuh 12 persen year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Dari jumlah rekening SimPel tersebut, total saldo mencapai Rp354 miliar dengan rata-rata saldo Rp366.000 per rekening.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, menjelaskan, tabungan SimPel terhubung dengan program literasi keuangan yang aplikatif, jaringan sekolah mitra di berbagai wilayah Indonesia, serta pendekatan berbasis riset yang memastikan setiap inisiatif berjalan relevan, terukur, dan berkelanjutan.
“Kami meyakini, literasi dan inklusi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif dan berdaya saing, sehingga melalui tabungan SimPel perseroan tidak hanya memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar, tetapi juga menanamkan pola pikir finansial secara berkelanjutan,” ujar Adhika.
Ia melanjutkan, perseroan menjangkau pelajar dari jenjang TK hingga SMA untuk menjadi nasabah tabungan SimPel, dengan mayoritas nasabah berasal dari jenjang SMA dengan proporsi 64 persen.
Secara wilayah, Provinsi Jawa Timur menjadi kontributor terbesar, yang menandakan luasnya jangkauan dan dampak program ini di berbagai daerah.
“Kami percaya bahwa literasi keuangan harus hadir bersama akses nyata. Melalui Mandiri tabungan SimPel, kami tidak hanya membuka rekening, kami membangun orientasi masa depan generasi penerus bangsa,” ujar Adhika.
Sebagai mitra strategis pemerintah, pihaknya memastikan bahwa setiap akses keuangan akan diiringi dengan peningkatan literasi.
Sepanjang 2025, perseroan telah menyelenggarakan program literasi keuangan di Universitas Musamus, Merauke, dan Universitas Negeri Gorontalo, yang menjangkau lebih dari 1.000 mahasiswa.
Pada 2026, program “Mandirian Mengajar” telah menyentuh hampir 10.000 peserta lintas jenjang pendidikan dengan peningkatan pemahaman mencapai 47 persen, yang menegaskan efektivitas pendekatan edukasi yang konsisten dan berbasis pengukuran.
Selain itu, perseroan memperkuat kontribusi dengan melakukan renovasi terhadap 27 sekolah di berbagai wilayah Indonesia, yang mencakup perbaikan sarana dasar seperti atap, lantai, dinding, pengecatan ruang kelas dan fasilitas umum, perbaikan sanitasi, hingga penyempurnaan fasilitas belajar seperti papan tulis, meja, dan kursi.
Kemudian, perseroan turut menghadirkan Pojok Baca di 27 sekolah sebagai upaya mendorong minat literasi sejak dini di lingkungan pendidikan, serta menyalurkan 267 beasiswa bagi mahasiswa di Indonesia, dan distribusi perlengkapan sekolah bagi pelajar.
Periode Desember 2025-Maret 2026, lebih dari 26.000 paket tas sekolah telah disalurkan, termasuk untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera, program Ramadan 2026, serta distribusi di cakupan wilayah operasional Bank Mandiri Bali & Nusa Tenggara.
Selanjutnya, bertepatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026, perseroan menargetkan penyaluran lebih dari 2.800 paket tas sekolah di 12 region, yang memperluas dampak dukungan terhadap kesiapan belajar siswa di berbagai daerah.
"Bagi Bank Mandiri, setiap rekening pertama adalah awal dari perjalanan besar menuju masa depan yang lebih terarah, lebih mandiri, dan lebih berkelanjutan," ujar Adhika.





