Renungan Harian Katolik
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Senin 4 Mei 2026
KESUKSESAN: GODAAN ANTARA KEAGUNGAN DIRI DAN KEMULIAAN NAMA TUHAN
(Kis. 14:5-18; Mzm. 115:1-2.3-4.15-16; Yoh. 14:21-26)
"Barang siapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barang siapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku pun akan mengasihi dia, dan akan menyatakan Diri-Ku kepadanya." (Yoh. 14:21).
Mengakui kekuasaan Tuhan dalam diri kita sebagai makhluk tercipta merupakan suatu keunggulan spiritual yang perlu dibanggakan.
Peluang mengagungkan diri dalam setiap keberhasilan yang diraih dalam hidup terbuka lebar.
Mengabaikan kuasa dan intervensi Tuhan dalam setiap tapak hidup bukanlah gambaran pengikut Tuhan yang baik. Sebab kesombongan dan kebanggaan semu bisa saja hadir dan merusak baik relasi kasih dengan Tuhan maupun dengan sesama.
Kemuliaan Tuhan mesti dijunjung tinggi sebab hanya Dialah yang membuat kita hebat dalam setiap prestasi yang kita peroleh dalam hidup ini. Orang beriman yang arif adalah dia yang takut akan Tuhan.
Roh Allah tercurah dalam diri karena kerendahan hati. Semakin rendah hati seorang murid Tuhan semakin ia membuka diri terhadap daya ilahi Roh Kudus agar Bapa, Putra dan Roh Kudus berkarya efektif dalam dirinya.
Paulus dan Barnabas membuat kisah mengagumkan di Listra. Ada seorang lumpuh sejak lahir duduk mendengar ketika Paulus berbicara. Oleh karena si lumpuh itu beriman, Paulus menatap dia dan dengan suara nyaring berseru, "Berdirilah tegak di atas kakimu! Orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari." (Kis. 14:10).
Peristiwa iman yang langka ini mendatangkan kata-kata pujian, sanjungan kepada Paulus dan Barnabas. Bahkan mereka disebut dewa, Barnabas adalah dewa Zeus dan Paulus, dewa Hermes.
Imam dewa Zeus datang membawa lembu-lembu , karangan bunga untuk dipersembahkan kepada kedua rasul itu.
Berkat kerendahan hati, dua rasul tidak terjebak untuk mengagungkan diri sendiri, tetapi memberi kesaksian bahwa mereka hanyalah alat di tangan Tuhan. Allahlah yang harus diagung-agungkan dan dimuliakan dalam hidup.
Bagi murid-murid-Nya yang rendah hati, Allah menampakkan karya agung-Nya yang konkrit di tengah-tengah umat manusia.
Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Diberkatilah kamu oleh Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Langit itu kepunyaan Tuhan, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia." (Mzm. 115:15-16).
Tanda nyata kasih manusia kepada Allah: memegang sabda dan perintah Allah serta tekun melaksanakannya dalam hidup harian. Apa pun tantangannya pewartaan Injil harus terus berlanjut.
Cinta sejati kepada Tuhan tak terlepas dari tanggung jawab yang besar. Roh Kudus mengajar kita memahami Sabda Allah, pewartaan Injil terus-menerus agar perbuatan sia-sia kepada dewa/i ditinggalkan lalu berbalik kepada Allah melalui Yesus Kristus.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Senin/Pekan V Paskah/A/II, 040526)