TRIBUNNEWS.COM - Satuan Tugas Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) melakukan peninjauan lapangan ke wilayah Arafah guna memastikan kesiapan markas, sarana prasarana, serta layanan bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.
Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Armuzna, Surnadi, bersama Tim Satgas Arafah.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan mengecek posisi markas, rute murur, serta sistem evakuasi di 10 sektor adhoc yang akan menampung jemaah.
"Fokus kami hari ini memastikan posisi-posisi atau kedudukan-kedudukan markas, rute murur dan sistem evakuasi di 10 sektor Adhoc. Jangan sampai ada yang terlewat," ujar Surnadi, dikutip dari laman resmi haji.go.id, Senin (4/5/2026).
Dari hasil peninjauan, Satgas menemukan sejumlah titik yang masih perlu dikoordinasikan dengan pihak syarikah, termasuk penempatan markas yang perlu ditinjau ulang.
Selain itu, tim juga memastikan kesiapan petugas murur dan jalur bus taraddudi untuk mendukung pergerakan jemaah pada 9 Zulhijah.
Satgas Arafah yang diperkuat 586 petugas dijadwalkan mulai menempati pos pada 7 Zulhijah pukul 15.30 WAS.
Setiap sektor adhoc akan bertanggung jawab terhadap pelayanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan jemaah.
"Ini bukan sekadar peninjauan, tapi ini keharusan kami dalam meyakinkan dan memastikan jemaah Indonesia dapat menempati tenda-tenda, sehingga jemaah dapat melaksanakan wukuf dengan aman, nyaman, dan khusyuk," jelas Surnadi.
Peninjauan awal ini merupakan bagian dari tahap perencanaan dan persiapan Satgas Armuzna yang dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 30 Mei 2026 mendatang.
Selanjutnya, Satgas akan menggelar sosialisasi ke sektor-sektor di Makkah, dilanjutkan dengan gelar pasukan serta rapat koordinasi akhir menjelang puncak ibadah haji.
Baca juga: 7 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Mayoritas Akibat Serangan Jantung dan Radang Paru
Dikutip dari haji.go.id, berdasarkan data hingga Sabtu (2/5/2026), operasional haji menunjukkan progres yang baik dan terkendali.
Sebanyak 192 kelompok terbang (kloter) dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Dari jumlah tersebut, 184 kloter dengan 71.362 jemaah dan 733 petugas telah tiba di Madinah.
Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah berlangsung secara bertahap.
Hingga saat ini sebanyak 36 kloter dengan 14.503 jemaah dan 148 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib serta mempersiapkan diri menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Seluruh proses mobilisasi jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan selama perjalanan.
Di tengah kondisi cuaca di Makkah yang diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius, jemaah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan.
"Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas," tegas Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff.
Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi seluruh jemaah.
Jemaah juga diharapkan menjaga kekompakan, mematuhi arahan petugas, serta menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk demi meraih haji yang mabrur.
(Tribunnews.com/Latifah)