BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pencarian nelayan hilang asal Desa Muara Asamasam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, akhirnya membuahkan hasil.
Korban bernama Amat (19) ditemukan dalam kondisi meninggal, Sabtu siang, dua hari lalu. Korban ditemukan di perairan laut di wilayah Desa Muarakintap, Kecamatan Kintap, sekitar pukul 12.40 Wita.
Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar 9 mil laut ke arah tenggara dari titik awal korban dilaporkan hilang di perairan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru.
Proses pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Kotabaru, Pos TNI AL Muara Kintap, BPBD Tanahlaut, Damkar, serta nelayan setempat dan pihak terkait lainnya.
Baca juga: Nelayan Hilang di Perairan Marabatuan Kotabaru Ditemukan Tewas, Terjepit di Sela Batu Besar
Tim sebelumnya telah menyisir perairan menggunakan berbagai peralatan, termasuk rigid inflatable boat (RIB), Aqua Eye untuk deteksi bawah air, serta dukungan peralatan selam.
Kepala Desa Muara Asamasam HaFaidal saat dikonfirmasi membenarkan bahwa korban telah ditemukan.
Ia menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Jenazah almarhum telah dikebumikan di desa tetangga yaitu Desa Asamasam, Kecamatan Jorong.
Dikatakannya, pengebumian di desa tetangga sesuai permintaan keluarga. Almarhum memang banyak memiliki keluarga di Asmasam
Sementara itu, Kepala Desa Asamasam, Abdul Muhid menyampaikan bahwa jenazah almarhum pada Hari Minggu kemarin telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kupang di wilayah RT 4 Dusun 1.
Proses pemakaman berlangsung dengan dihadiri keluarga dan warga setempat. Dikebumikan di dekat pusara keluarga besar lainnya.
Baca juga: Kisah Nelayan Gedambaan Nyaris Tenggelam di Kotabaru, Baco Sempat Ucap Ya Samman
Ia juga mengungkapkan bahwa korban memiliki hubungan keluarga dengan dirinya. “Korban ini juga masih keponakan dari istri saya,” katanya.
Menurutnya, lokasi ditemukannya jenazah di perairan Muarakintap diperkirakan akibat terbawa arus laut dari titik awal kejadian di wilayah perairan Marabatuan, Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru. (banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)