Pakar Unesa Sarankan Automatic Train Protection demi Cegah Kecelekaan Kereta, Apa Itu?
GH News May 04, 2026 01:09 PM
Jakarta -

Tragedi kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) lalu. Kejadian ini menarik perhatian publik, termasuk pakar transportasi.

Dosen Prodi D4 Transportasi Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dadang Supriyatno menilai insiden tersebut perlu dilihat secara komprehensif dari perspektif sistem keselamatan perkeretaapian.

Automatic Train Protection

Menurut Dadang, sistem perkeretaapian Indonesia telah dilengkapi teknologi persinyalan yang berfungsi mengatur pergerakan kereta demi mencegah tabrakan. Sistem tersebut adalah persinyalan berbasis blok tetap.

"Secara sistem, kita sudah menggunakan persinyalan berbasis blok tetap (fixed block), di mana jalur dibagi dalam segmen-segmen. Kereta hanya boleh masuk pada satu segmen tertentu untuk menghindari konflik perjalanan," jelasDadang dalam lamanUnesa dikutip Senin (4/5/2026).

Namun, Ketua DPD Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA) Jawa Timur itu menambahkan perlu adanya penerapan sistem seperti Automatic Train Protection atau ATP. Sistem ini mampu memberikan perlindungan tambahan ketika terjadi potensi kesalahan maupun gangguan pada sistem persinyalan.

Teknologi tersebut mampu memberikan peringatan dini hingga melakukan pengereman otomatis dalam situasi darurat, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

Rekomendasi Kebijakan Kereta

Dari sisi kebijakan,Dadang juga menekankan pentingnya implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian (SMKP) yang diawasi melalui audit berkala oleh pemerintah. Operator dan regulator harus memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi baik dan adaptif terhadap peningkatan kapasitas lintas.

"Audit keselamatan harus dilakukan secara periodik untuk mendeteksi potensi risiko sejak dini," tegasnya.

Ia juga menekankan perlunya investigasi menyeluruh terhadap kecelekaan kereta di Bekasi. Tidak hanya untuk menemukan penyebab, tetapi juga sebagai dasar evaluasi sistem yang lebih luas.

"Pelajaran utama dari kejadian ini adalah perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang ada, termasuk modernisasi peralatan dan integrasi teknologi keselamatan yang lebih maju," tegasnya.

Nikita Rosa
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.