SRIPOKU.COM- Sebanyak tujuh jemaah haji Indonesia dilaporkan wafat di Tanah Suci selama pelaksanaan Ibadah Haji 2026.
Kementerian Haji dan Umrah menyebut, sebagian besar jemaah meninggal dunia akibat serangan jantung dan radang paru-paru.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengimbau seluruh jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan, terutama di tengah cuaca ekstrem di Makkah.
Diketahui, suhu udara di Makkah saat ini diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius.
“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” ujar Maria dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh jemaah yang wafat tetap mendapatkan hak badal haji.
Selain itu, doa juga dipanjatkan agar para jemaah yang meninggal dunia memperoleh husnul khatimah.
Dari sisi layanan kesehatan, tercatat sebanyak 6.823 jemaah menjalani rawat jalan.
Kemudian, 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 141 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi.