Viral di media sosial seorang warga nekat menyerang seekor buaya di pinggir Sungai Mandar, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Senin (4/5/2026).
Dalam video, terlihat seorang pria bergerak dari arah rerimbunan untuk mendekati seekor buaya berukuran cukup besar yang sedang berjemur di bantaran sungai.
Buaya tersebut langsung kabur ke dalam sungai saat pria itu tersungkur di atas pasir.
Pria tersebut kemudian bergegas bangkit dan mencoba menyerang buaya menggunakan tombak.
Namun, tombak tersebut tidak mengenai sasaran. Buaya kembali kabur dan menghilang ke dalam sungai.
Aksi nekat itu dilakukan pria bernama Salman. Ia terekam kamera warga saat berupaya menyerang buaya.
Salman melakukan aksi tersebut setelah adanya laporan empat warga diserang buaya saat beraktivitas di Sungai Mandar.
“Iya, itu salah satu upaya yang dilakukan warga untuk menangkap buaya,” kata Lurah Tinambung, Ali Sadikin kepada wartawan.
Menurut Ali, aksi tersebut terjadi di Sungai Mandar, Kecamatan Tinambung. Warga berupaya melumpuhkan buaya karena keberadaannya semakin meresahkan.
Ali menyebut warga masih berupaya menangkap buaya menggunakan berbagai cara, seperti kerangkeng dan pancing.
Namun, upaya tersebut masih terkendala karena belum ada buaya yang berhasil ditangkap.
“Sampai hari ini kita tetap berupaya melakukan penangkapan menggunakan media kerangkeng dan pancing, tetapi masih terbatas,” ungkapnya.
Ia menambahkan sejumlah personel Brimob Polda Sulbar turut membantu warga dalam upaya penangkapan buaya di Sungai Mandar.
Sebelumnya, warga juga memasang perangkap berupa jaring besi sepanjang empat meter di tepi Sungai Mandar, Desa Lekopadis, Kecamatan Tinambung.
Perangkap tersebut diberi umpan bangkai ayam untuk menarik buaya.
Serangan buaya di wilayah ini tercatat telah terjadi empat kali dalam dua bulan terakhir.
Bahkan, satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah diterkam buaya berukuran sekitar empat meter pada Kamis (23/4/2026).
“Ini masyarakat swadaya membuat perangkap sepanjang empat meter dari besi,” kata warga setempat, Haedir.
Ia berharap ada penanganan serius dari pemerintah daerah karena keberadaan buaya dinilai semakin meresahkan warga.
“Semoga ada penanganan serius, karena sudah ada korban,” ujarnya. (*)