TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Terungkap hubungan asmara dalam kasus pembunuhan Dumaris Sitio di Riau. Rupanya otak pelaku masih meminta nafkah meski sudah bertahun-tahun kabur dari rumah.
Otak pelaku pelaku Dumaris tak lain adalah menantunya sendiri, Anisa Florensia (21).
Dia mengajak teman dan suami siri untuk membunuh dan merampok harta Dumaris.
Anisa memanfaatkan suami yang merupakan anak korban, Arnold.
Diketahui bahwa Arnold berkebutuhan khusus.
Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Muhammad Hasyim Risahondua menjelaskan Anisa menikah dengan Arnold pada tahun 2022 silam.
Pernikahan mereka hanya bertahan selama satu tahun.
"2022 tersangka AF nikah dengan anak korban bernama Arnold, bertahan satu tahun," katanya.
Anisa dan Arnold tidak cerai.
Namun ia memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah.
"2023 tersangka bukan cerai, tapi meninggalkan rumah kemudian pergi ke Medan," katanya.
Anisa Florensia kemudian bekerja sebagai kasir di tempat spa.
"Di Medan bekerja di salah satu tempat spa, sebagai kasir selama beberapa tahun dari 2023," katanya.
Baca juga: Kelakuan Menantu Usai Bunuh Ibu Mertua di Riau, Harta Nenek Dumaris Dipakai Beli Ekstasi dan Dugem
Ia kembali ke Pekanbaru pada tahun 2026.
Saat kembali ke Pekanbaru, Anisa Florensia mulai kembali berkomunikasi dengan mertua, Dumaris Sitio.
Bahkan Anisa juga meminta nafkah.
"Masih berhubungan lewat WhatsApp terhadap korban, menurut anak korban masih meminta nafkah maupun komunikasi lain," katanya.
Padahal diketahui Anisa sudah memiliki suami siri, SL.
Mereka menikah enam bulan lalu.
Baca juga: Fakta Baru Pembunuhan Nenek di Pekanbaru: Otak Pelaku Ternyata Menantu, Terungkap Peran 4 Orang Lain
"Niat mereka ke Pekanbaru sengaja untuk merampok dengan membawa tersangka SL. SL dan AF hubungan dekat mereka sudah melakukan nikah siri, 6 bulan yang lalu," katanya.
Dalam perencanaan, Anisa dan SL awalnya hanya ingin merampok.
Hal itu sudah dilakukan pada 8 April 2026.
Mereka datang mengambil uang Dumaris sebanyak Rp 4 juta.
Anisa memanfaatkan keterbelakangan Arnold.
"Di TKP sudah dua kali, pertama di tanggal 8 mereka merampok mengambil uang Rp 4 juta. Hanya ada Arnold saja yang di rumah, lalu pergi ke Medan," katanya.
Saat aksi kedua, mereka berubah pikiran untuk menguras seluruh harta dan membunuh korban.
"Sabtu malam nginap terus susun rencana, dalam perjalanan yang awalnya ingin rampok berubah menjadi ingin membunuh," katanya.
Kini polisi sudah menangkap empat orang tersangka :
Laki-laki :
SL (34)
EW (39)
Perempuan :
AFT (21)
L (22).
AF dan L merupakan sahabat dari SMP.
L diajak ke Pekanbaru dari Aceh dengan menyewa mobil.
SL bertugas sebagai eksekutor.
Dia memukul kepala, wajah dan dada korban sebanyak lima kali sampai tewas.
Kayu tersebut dicarikan EW.
Sedangkan AF alias Anisa Florensia merupakan otak pelaku dari kejahatan keji ini.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t