BPS Kulon Progo Lakukan Sensus Ekonomi 2026 Mulai Mei-Agustus, Sasar Pelaku Usaha Kecil hingga Besar
Joko Widiyarso May 04, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Pusat Statistik (BPS) Kulon Progo mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 pada Mei ini.

Sensus akan berlangsung hingga Agustus mendatang dan menyasar ke pelaku usaha kecil hingga besar.

Kepala BPS Kulon Progo, Achmad Johan Affandi menjelaskan bahwa sensus akan dilakukan dalam dua tahapan. 

Tahapan pertama berupa pengisian data secara mandiri dan tahapan kedua penerjunan petugas.

"Jadi bulan Mei ini pelaku usaha bisa melakukan pengisian data secara mandiri," kata Achmad pada Senin (04/05/2026).

Pihaknya pun telah melakukan identifikasi terkait usaha mana saja yang bisa menjadi sasaran. BPS Kulon Progo lalu mengirimkan formulir sensus ke pelaku usaha tersebut secara online.

Sedangkan tahap kedua dilakukan pada Juni hingga Agustus, di mana akan ada petugas yang diterjunkan. 

Sasarannya adalah pelaku usaha yang belum mengisi formulir sensus sehingga dibutuhkan pendampingan dari petugas.

"Nanti petugas akan datang ke rumah sasaran sekaligus melakukan wawancara mendalam terkait usaha yang dilakukan," ujar Achmad.

Ia mengatakan hasil dari Sensus Ekonomi akan dipublikasikan secara luas, termasuk ke pemerintah daerah.

Sebab, hasilnya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan, perencanaan, hingga evaluasai pembangunan.

Dibandingkan sensus sebelumnya

Achmad juga mengatakan hasil Sensus Ekonomi 2026 akan dibandingkan dengan hasil Sensus Ekonomi sebelumnya. 

Sebab nantinya akan terlihat bagaimana perubahan struktur ekonomi di masyarakat, termasuk sektor usaha seperti apa yang muncul dan berubah di masyarakat.

"Sensus Ekonomi kali ini juga berbeda, karena akan lebih banyak menangkap kegiatan usaha e-commerce atau usaha online," jelasnya.

Menurut Achmad, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, terutama berkaitan dengan data pelaku usaha di Kulon Progo. 

Sebab, semakin rinci informasi yang diterima, maka akan mempermudah petugas dalam menghubungi pelaku usaha yang menjadi sasaran sensus.

Ia pun berharap lebih banyak pelaku usaha yang memanfaatkan pengisian formulir secara mandiri. Sebab cara itu akan menjadi lebih efisien karena tidak akan banyak membutuhkan petugas.

"Semakin banyak yang mengisi secara mandiri, maka petugas yang diterjunkan akan semakin sedikit," kata Achmad.

Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperinkop-UKM) Kulon Progo mencatat ada sebanyak 22.350 UMKM di 2025. Adapun jumlahnya bersifat dinamis seiring berjalannya waktu.

Kepala Dinperinkop-UKM Kulon Progo, Iffah Mufidati menjelaskan bahwa jumlah pelaku UMKM di wilayahnya cenderung bertambah. Hampir setiap hari ada usaha baru yang didirikan oleh masyarakat.

"Terkadang ada juga warga yang gagal dengan sebuah usaha lalu membuka usaha baru lagi," jelas Iffah beberapa waktu lalu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.