Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Memilih Daycare Layak Menurut Dokter Anak
Lisna Ali May 04, 2026 09:29 AM

TRIBUNPALU.COM - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan para orang tua bahwa memilih Daycare bukan sekadar mencari tempat penitipan saat bekerja.

Keputusan tersebut memiliki kaitan erat dengan aspek tumbuh kembang, kesehatan, hingga keselamatan anak dalam jangka panjang.

Ketua UKK Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, DR Dr Fitri Hartanto, menekankan pentingnya memahami hakikat Daycare.

Menurutnya, Daycare harus dipandang sebagai sistem pengasuhan terpadu, bukan sekadar tempat penjagaan fisik.

“Daycare adalah tempat yang bertujuan dan mempunyai nilai-nilai tentang hakikat perkembangan anak itu sendiri. Bagaimana peran pengasuhan anak serta metode di dalam pemenuhan sebagian kebutuhan dasar anak. Sehingga anak tetap mendapatkan kebutuhan dasar yang optimal,” jelasnya pada media briefing virtual, Kamis (30/4/2026). 

Baca juga: Transparansi Investasi Sawit di Tojo Una-Una, Kunci Kepercayaan Publik

Checklist Penting: Keamanan Fisik hingga Sistem Pengasuhan

Hal pertama yang wajib diperiksa orang tua adalah keamanan fisik lingkungan dan ketersediaan pengawasan seperti CCTV.

Lingkungan daycare tidak boleh sempit dan harus memiliki area bermain yang aman bagi aktivitas anak.

Pembagian ruang yang ideal mencakup area bermain, ruang belajar, ruang istirahat, hingga ruang makan yang terpisah.

IDAI juga menyoroti pentingnya pemisahan antara anak yang sehat dengan anak yang sedang dalam kondisi sakit.

Kondisi ini sering terjadi di lapangan, di mana anak yang baru sembuh justru kembali sakit karena bercampur dengan anak lain yang sedang sakit.

Rasio Pengasuh dan Kompetensi Jadi Penentu

Tidak hanya fasilitas, kualitas pengasuh juga menjadi faktor krusial. Rasio pengasuh dan anak harus sesuai, terutama untuk anak usia di bawah dua tahun.

Selain itu, kompetensi pengasuh tidak bisa ditawar. Pengasuh harus memahami aspek psikologi anak, pendidikan, hingga kesehatan dasar.

“Guru Daycare adalah profesi yang mestinya sudah kompeten di dalam bertanggung jawab merawat, mendidik, memimpin anak-anak sesuai dengan teori-teori perkembangan anak,” tegasnya.

Pengasuh juga harus mampu menangani kondisi darurat seperti tersedak, kejang, atau kecelakaan ringan sebelum mendapat bantuan medis.

Hal lain yang sering luput adalah legalitas dan administrasi Daycare.

Orang tua perlu memastikan daycare memiliki izin operasional yang jelas serta sistem pengelolaan yang transparan.

Jika Daycare menolak memberikan akses untuk melihat aktivitas anak atau interaksi pengasuh, hal ini patut menjadi tanda tanya besar.

Orang tua juga berhak mengetahui bagaimana pengasuh merespons anak yang rewel atau mengalami kesulitan.

Baca juga: Kode Redeem FC Mobile Senin 4 Mei 2026, Segera Klaim Item Gratis untuk Kesebelasanmu

Jangan Abaikan Interaksi dan Pendekatan Pengasuhan

Daycare yang baik tidak bersifat otoriter. Interaksi antara pengasuh dan anak harus bersifat positif, hangat, dan komunikatif.

Pendekatan pembelajaran pun seharusnya berbasis permainan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.

“Pendekatan yang dipakai di dalam Daycare bisa diambil inti-intinya sebagai pendekatan yang holistik dari semua aspek anak harus distimulasi, kemudian fokus tetap pada tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga tidak bisa diperlakukan dengan pendekatan yang sama.

Baca juga: Masjidil Haram Sediakan Jasa Dorong Kursi Roda dan Layanan Mobil Golf, Segini Tarifnya

Orang Tua Tetap Harus Mengawasi

Meski sudah memilih Daycare terbaik, tanggung jawab orang tua tidak berhenti. Orang tua tetap harus memantau dan memastikan kebutuhan anak benar-benar terpenuhi.

“Pada saat orang tua meminta anaknya diasuh, tetap orang tua itu yang akan memonitor apa yang akan didapat pada saat anak ini diasuhkan oleh institusi,” tegasnya.

Dengan kata lain, Daycare adalah mitra pengasuhan, bukan pengganti peran orang tua sepenuhnya.

Di tengah meningkatnya kasus kekerasan pada anak, memilih daycare bukan lagi soal kenyamanan semata, tetapi soal perlindungan.

Kesalahan memilih bisa berdampak panjang, mulai dari gangguan kesehatan hingga trauma.

Karena itu, checklist memilih Daycare bukan sekadar formalitas, melainkan langkah penting untuk memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangannya.

(*)

Update informasi lainnya di Facebook, Instagram, Tiktok dan WA Channel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.