Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, pihaknya akan menandatangani kerja sama dengan Danantara untuk pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di ibu kota, pada hari ini.
“Hari ini Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Danantara untuk dua lokasi pembangkit listrik tenaga sampah. Satu di Bantargebang dan satunya di Tunjungan, di Kamal Muara,” jelas Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin.
Selain dua proyek baru tersebut, Jakarta juga telah merencanakan pembangunan PLTSa di Sunter.
Pramono menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Dengan demikian, DKI Jakarta akan ada tiga pembangkit listrik tenaga sampah, ditambah dengan RDF Rorotan yang sekarang ini sebenarnya sudah beroperasi,” kata Pramono.
Ia berharap dengan berdirinya PLTSa tersebut, persoalan sampah di Jakarta akan tertangani dengan baik.
Tak hanya itu, Pramono juga mengatakan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan saat ini telah beroperasi. Menurutnya, RDF pun merupakan bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah terintegrasi di ibu kota.
Dengan kombinasi PLTSa dan RDF, ia mengatakan Pemerintah Jakarta optimistis persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar dapat ditangani secara lebih efektif.
Selain mengurangi volume sampah, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah berupa energi listrik yang ramah lingkungan.





