TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Warga Jalan Pemancar 1, Gang Belibis 2 RT 26, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur mendadak geger, kemarin, Minggu (3/5/2026) pagi.
Seorang pria ditemukan tak bernyawa di dalam parit dengan posisi yang mengenaskan.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 07.20 Wita ini awalnya terendus saat warga melihat sebuah sepeda motor Honda Beat berwarna putih biru tergeletak di seberang parit.
Baca juga: Operasi 21 Gabungan di Jalan Yos Sudarso, Satlantas Polres Kutim Sita 22 STNK dan 5 SIM
Kecurigaan warga terbukti saat mendekat dan melihat ada seseorang di dasar parit.
Setelah dilakukan identifikasi oleh pihak kepolisian, korban diketahui bernama Junianto Tandirerung (37).
Pria tersebut merupakan warga setempat yang berdomisili di Desa Singa Gembara, lokasi yang tak jauh dari titik ditemukannya jasad korban.
"Dugaan sementara merupakan kecelakaan tunggal, namun kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini," ungkap Kasat Lantas Polres Kutai Timur, AKP Rezky Nur Harismeihendra, Senin (4/5/2026).
Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar sebelum personel kepolisian tiba di lokasi.
Tubuh Junianto diangkat dari parit menuju bahu jalan, lalu segera dilarikan ke RSUD Kudungga menggunakan unit ambulans untuk penanganan medis lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, informasi penemuan jasad ini pertama kali menyebar melalui grup WhatsApp RT.
Saksi yang penasaran langsung menuju lokasi dan mendapati motor korban dalam kondisi terjatuh, sementara korban sudah dalam posisi kepala terbenam di air.
“Saat dilakukan pengecekan, saksi melihat seorang laki-laki berada di dalam parit dengan posisi kepala terbenam. Menyadari kondisi tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar,” tambahnya.
Satlantas Polres Kutai Timur saat ini telah mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor milik korban.
Polisi juga melakukan penyisiran di sekitar area drainase guna mencari petunjuk tambahan yang bisa menjelaskan mengapa korban bisa terperosok ke dalam parit.
Meskipun dugaan kuat mengarah pada kecelakaan lalu lintas tunggal, polisi tidak ingin berspekulasi lebih jauh.
Penyelidikan mendalam masih dilakukan, termasuk melakukan koordinasi intensif dengan tim medis RSUD Kudungga guna mengetahui penyebab pasti kematian pria berusia 37 tahun tersebut.
Terkait insiden maut ini, Rezky mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalan lingkungan yang sempit.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, terutama di jalan lingkungan yang memiliki kondisi terbatas dan berisiko,” tutupnya. (*)