SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, bersama ribuan siswa dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memeriahkan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (4/5/2026). Peringatan tahun ini terasa istimewa, dengan hadirnya konvoi dan pameran kendaraan listrik roda dua serta roda empat hasil kreasi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Jawa Timur.
Karya otomotif ramah lingkungan tersebut sukses memukau Gubernur Khofifah. Antusiasme itu terlihat, saat ia secara khusus memanggil Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya untuk melihat langsung inovasi teknologi para siswa yang telah siap menjawab tantangan industri.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa pendidikan vokasi di wilayahnya kini berorientasi langsung pada kebutuhan pasar nyata. Tercatat ada 229 SMK negeri dan sekitar 1.800 SMK swasta di Jawa Timur yang terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi otomotif.
"Yang membanggakan, sebanyak 130 sekolah sudah membuat kendaraan listrik, baik membangun dari awal maupun konversi. Bahkan, sudah ada beberapa sekolah yang diinden oleh industri untuk melakukan konversi kendaraan BBM ke listrik," tegas Aries di sela-sela pameran.
Pameran dalam momentum Hardiknas 2026 ini, dirancang sebagai etalase publik untuk mempromosikan kapabilitas pelajar Jatim. Diharapkan, apresiasi semacam ini semakin memotivasi siswa untuk berkarya sekaligus membuka pintu sinergi yang lebih lebar dengan sektor korporasi.
Selain fokus pada pencapaian keterampilan teknis (hard skill), Gubernur Khofifah menekankan pentingnya esensi kemanusiaan dalam memajukan kualitas lulusan. Hal ini diperkuat melalui beberapa landasan "Point to Point" pada arah kebijakan pendidikan daerah:
Khofifah menilai, sinergi yang solid antara pemerintah, guru dan orang tua adalah keharusan demi lahirnya para pemimpin tangguh.
"Dari ruang-ruang kelas hari ini, lahir generasi penentu masa depan yang berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045," ucapnya optimistis.
Dukungan nyata terhadap terobosan kendaraan listrik oleh pelajar SMK Jatim ini, sebetulnya menjadi program keberlanjutan yang krusial. Keterlibatan ribuan pelajar Jatim dalam inovasi konversi energi dari bahan bakar fosil, dinilai memegang kontribusi besar terhadap pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) nasional pada tahun 2060.
Penguatan ekosistem vokasi ramah lingkungan ini, juga tegak lurus dengan visi Asta Cita ke-4 dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di mana pendidikan, sains dan teknologi ditempatkan sebagai landasan utama dalam mencetak profil sumber daya manusia (SDM) yang kuat dan unggul.
Melalui nafas "Jatim Cerdas Pendidikan Berdampak", Jawa Timur terus membuktikan dan memperkuat posisinya sebagai barometer pendidikan nasional secara nyata. Pendidikan tak lagi hanya soal selembar ijazah, melainkan memastikan lulusan membawa dampak berkelanjutan bagi ekonomi serta lingkungan hidup.