Ada Tarian Remo Sutinah saat Peringatan Hardiknas di Kabupaten Bondowoso
Titis Jati Permata May 04, 2026 03:50 PM

 

SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Sebanyak 400 pelajar SD hingga SMP di Bondowoso menampilkan tari Remo Sutinah secara massal dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional di Alun-alun Ki Bagus Asra Kabupaten Bondowoso, Senin (3/5/2026).

Para pelajar kenakan baju serba hitam, dilengkapi selendang merah yang memperlihatkan keindahan tarian Remo Sutinah. 

Pelestarian Kesenian Tradisional

Menurut Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, pagelaran tari Remo Sutinah di momen Hardiknas menjadi bagian dari upaya pelestarian kesenian tradisional.

Baca juga: May Day 2026 di Bondowoso Tanpa Demo Buruh, DPRD Soroti Upah Layak

Karena ini merupakan khasanah, identitas dan kearifan lokal yang ada di Bondowoso

"Tentu khasanah kita sendiri termasuk Remo Sutina, itu perlu diperkuat, lestarikan sebagai identitas di Bondowoso," ujarnya.

Investasi Pemimpin Masa Depan

Menurutnya, momentum Hardiknas ini merupakan hari investasi kepemimpinan masa depan dan keberlanjutan sejarah.

Karena itulah, pihaknya meletakkan pendidikan bagian prioritas yang didorong sebagai pembangunan di Bondowoso. 

Meski memang ada banyak pekerjaan rumah (PR) pendidikan di Bondowoso.

Seperti di antaranya yakni fasilitas pendidikan, pemerataan tenaga pendidik dan kependidikan.

"Sedang kita lakukan pemetaan, termasuk dengan kebijakan zonasi, si zona," ujarnya.

Bupati Bondowoso tetap optimistis dengan menggunakan seluruh sumber daya dalam upaya meningkatkan kualitas dan pembangunan pendidikan di Bondowoso.

Sosok Sutinah Pejuang Asal Bondowoso

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto mengatakan pemilihan Remo Sutinah untuk ditampilkan untuk menyampaikan pesan semangat pada generasi muda.

Karena Sutinah merupakan pejuang Bondowoso yang berjuang melalui tari Remo. 

Dia mengekpresikan perjuangan hidupnya melalui tari Remo.

"Tahun depan tari lain juga akan kita lakukan," ungkapnya.

Dia mengakui tari Remo tarian Jawa Timur namun di Bondowoso memiliki kekhasan yang diciptakan oleh Sutinah.

Dalam upacara tersebut terlihat sejumlah kepala OPD, hingga guru mengenakan baju adat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.