Empat Gudang Rempah di Pasar Harum Manis Banjarmasin Hangus, Kerugian H Ridwan Capai Rp15 Miliar
Hari Widodo May 04, 2026 03:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Pasar Harum Manis, Banjarmasin, tampak sibuk bukan karena transaksi jual beli, melainkan aktivitas evakuasi.

Para pekerja dan pedagang bergegas menyelamatkan karung rempah-rempah yang masih bisa diangkat dari puing-puing kebakaran. Senin pagi (4/5/2026).

Di tengah hiruk pikuk itu, satu nama terdengar akrab di telinga warga pasar, ialah H. Ridwan.

Pria itu  dikenal sebagai salah satu pedagang dengan toko dan gudang rempah yang cukup besar di kawasan tersebut.  

“Punya Haji Ridwan habisan jua nah,” celetuk seorang pekerja. 

Baca juga: Tiga Tokonya di Pasar Harum Manis Banjarmasin Ludes Terbakar, Andre Alami Kerugian Ratusan Juta

Kerugian yang dialaminya tak main-main, mencapai miliaran rupiah. Bersama keluarga dan para pekerjanya, H. Ridwan tampak ikut turun tangan, memindahkan cabai, bawang bombai, dan rempah lain ke dalam karung, meski seluruh sisa stok sudah basah akibat proses pemadaman.  

“Sekitar Rp 13 M sampai Rp 15 M ruginya,” ujarnya singkat. 

Empat bangunan besar miliknya ludes terbakar, berisi bawang putih, kacang tanah, bombai, kacang hijau, kemiri, cabai dan rempah lainnya.

“Ada toko di sini satu, di sana satu, lalu di belakang ada yang besar dua. Semuanya habis,” katanya sambil menunjuk arah lokasi toko.

H. Ridwan mengaku mengetahui peristiwa itu sekitar pukul 04.00 Wita, setelah menerima telepon dari rekannya. Ia bergegas menuju pasar, namun api sudah terlanjur menyapu seluruh bangunan di tepi sungai. 

“Peristiwa jam 04, ditelepon teman. Setelah menerima telpon saya datang ke sini, dan sudah habis semua,” ucapnya.  

Kini, H. Ridwan bersama pekerjanya hanya bisa berusaha menyelamatkan sisa stok yang masih ada. 

“Apa yang bisa kita selamatkan, selamatkanlah. Sisa 20 persen yang bisa diambil,” katanya pasrah, matanya terus menyapu area toko yang telah hangus.  

Baca juga: BREAKING NEWS- Kebakaran di Pasar Harum Manis Banjarmasin, Puluhan Toko dan Gudang Bawang Ludes

Saat ditanya, jawabannya selalu singkat, sorot matanya menyimpan beban berat. Ia tampak fokus dan seakan ingin cepat melanjutkan proses mengamankan rempah yang tersisa. 

“Yah bagaimana lah, beberapa puluh tahun lalu kebakaran juga, dibangun swadaya masyarakat. Dulu pernah juga kebakaran tahun 98. Saya sendiri dari tahun 93 di sini,” kenangnya lalu dengan cepat melanjutkan kesibukan bersama para pekerjanya.(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.