TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Kemampuan Bahasa Inggris menjadi salah satu syarat utama dalam seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama 2026 yang saat ini dibuka hingga akhir Mei.
Program beasiswa hasil kolaborasi Kementerian Agama dan LPDP ini menyediakan kuota sekitar 1.900 penerima untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik di dalam maupun luar negeri.
Salah satu instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris tersebut adalah TOEFL ITP (Institutional Testing Program).
Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan non-penutur asli dalam memahami bahasa Inggris pada tingkat akademik.
Merespons kebutuhan tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto membuka pendaftaran TOEFL ITP Test 2026 yang dapat diikuti secara daring.
Tes ini dilaksanakan secara daring dan terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat umum dengan biaya pendaftaran hanya sebesar Rp. 525.000.
Pelaksanaan dibagi dalam dua gelombang, yaitu Gelombang 1 pada 9 Mei 2026 dengan batas pendaftaran hingga 4 Mei 2026, serta Gelombang 2 pada 16 Mei 2026 dengan batas pendaftaran hingga 11 Mei 2026.
Pendaftaran sewaktu-waktu dapat ditutup apabila kuota telah terpenuhi.
Kepala UPT Bahasa UIN Saizu Purwokerto, Muflihah, menyampaikan bahwa layanan ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam mendukung peningkatan kompetensi bahasa Inggris sekaligus membantu calon peserta beasiswa.
“Melalui layanan TOEFL ITP ini, kami ingin memberikan akses yang lebih luas dan fleksibel bagi peserta, terutama yang sedang mempersiapkan diri untuk program beasiswa seperti BIB Kemenag,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan tes secara daring tetap dirancang untuk menjaga kualitas dan kredibilitas penyelenggaraan.
“Pelaksanaan secara online memungkinkan peserta mengikuti tes dari mana saja, tanpa mengurangi kualitas dan kredibilitas penyelenggaraan tes. Kami mengimbau calon peserta untuk segera mendaftar sebelum kuota terpenuhi,” tambahnya.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan resmi https://s.id/toeflitpuinsaizu.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui akun Instagram resmi UPT Bahasa UIN Saizu @bahasauinsaizu.
Secara teknis, TOEFL ITP berdurasi sekitar dua jam dan terdiri dari tiga bagian utama, yaitu Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension.
Ketiga bagian ini dirancang untuk mengukur kemampuan memahami percakapan, penguasaan tata bahasa, serta kemampuan membaca teks akademik.
Adapun standar skor TOEFL ITP untuk pendaftaran BIB berbeda sesuai jenjang pendidikan.
Untuk program S1 dalam negeri, skor minimal yang dibutuhkan adalah 400.
Sementara itu, S2 dalam negeri mensyaratkan skor minimal 450 dan S3 dalam negeri sebesar 500.
Untuk studi luar negeri, standar yang ditetapkan lebih tinggi, yakni minimal 500 untuk jenjang S2 dan 550 untuk jenjang S3.
Dengan adanya fasilitas TOEFL ITP ini, UPT Bahasa UIN Saizu diharapkan mampu menjadi salah satu pusat layanan bahasa yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Khususnya dalam menghadapi persaingan global dan peluang beasiswa internasional. (***)