TRIIBUNJAMBI.COM - Institusi TNI melalui Korem 042/Garuda Putih (Gapu) bergerak cepat meredam simpang siur informasi di jagat maya terkait kekterlibatan oknum TNI dalam penggerebekan dosen bareng mahasiswi di Kota Jambi.
Pihak Korem 0422/Gapu memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan rumor yang menyebutkan adanya keterlibatan anggota TNI dalam aksi penggerebekan seorang pejabat kampus oleh istrinya di Kota Jambi.
Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 042/Gapu, Mayor Czi Redno Subandhy, menegaskan tidak ada satu pun anggota aktif TNI yang terlibat dalam insiden tersebut.
Langkah ini diambil untuk memastikan informasi yang beredar tidak menyesatkan persepsi publik.
Mayor Redno menjelaskan secara detail mengenai status individu bernama Yoli Yandri yang identitasnya sempat dikaitkan dengan institusi militer saat peristiwa terjadi.
Ia menekankan bahwa sosok tersebut sudah bukan lagi bagian dari TNI Angkatan Darat.
Menurut keterangan Kapenrem, yang bersangkutan telah diberhentikan tidak dengan hormat atau PDTH sejak tahun 2023 silam akibat melakukan pelanggaran hukum.
Oleh karena itu, saat peristiwa penggerebekan berlangsung, status Yoli Yandri sepenuhnya adalah warga sipil biasa.
Ranah Polisi dan Konflik Rumah Tangga
Pihak Korem 042/Gapu menyatakan bahwa kejadian pada Jumat (1/5/2026) di sebuah rumah kost kawasan Telanaipura tersebut murni merupakan persoalan pribadi atau konflik rumah tangga.
Baca juga: Update Penggerebekan Dosen di Jambi, Istri Dosen DK Lanjutkan Laporan dan Gugatan Cerai
Baca juga: Berapa Gaji dan Karier Manajer Koperasi Merah Putih? Ikuti BUMN, Bukan ASN
Karena melibatkan individu sipil, kasus ini sepenuhnya menjadi kewenangan pihak kepolisian untuk menanganinya.
Sejalan dengan keterangan dari Polsek Telanaipura, laporan resmi telah diajukan oleh sang istri terhadap suaminya atas dugaan tindak pidana tertentu.
Hingga saat ini, proses hukum terhadap oknum dosen dan pihak terkait masih berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Menutup keterangannya, Mayor Redno mengimbau agar masyarakat Jambi lebih teliti dan bijak dalam menyerap informasi dari media sosial.
Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi mendalam sebelum menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya guna menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan institusi maupun individu tertentu.
Korem 042/Gapu berkomitmen untuk terus menjaga profesionalitas dan memastikan setiap dinamika informasi di masyarakat dapat diluruskan secara objektif serta bertanggung jawab.
Baca juga: Tembus Blokade AS, 2 Supertanker Iran Masuki Selat Lombok Bawa Jutaan Barel ke Riau
Baca juga: Rapat Investigasi Meninggalnya Dokter Myta di RSUD Tanjabbar Jambi Tertutup
Baca juga: Peringati Hardiknas, Wawako Diza Tekankan Teknologi Tepat Guna