Tribunlampung.co.id, Jambi - Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dedek Kusnadi (DK), menuding sang istri dalang penggeberekan dirinya dengan mahasiswi di sebuah indekos.
Penggerebekan dilakukan istri DK, bersama pengacaranya, Babinsa, Babinkamtibmas, Pihak RT, petugas trantib hingga Ketua Forum RT di indekos RT 34, Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Sang dosen tertangkap basah sedang bersama seorang perempuan di kamar. Meski demikian, DK membantahnya.
"Saya di sana berada bukan berdua, tapi di dalam itu saya bertiga," katanya, dikutip dari TribunJambi, Senin (4/5/2026).
Dia menceritakan awal mula bisa sampai dalam kamar kos perempuan itu. Awalnya, dia menemani perempuan tersebut ke sebuah toko kecantikan.
Baca juga: Dosen di Jambi Digerebek Istri di Indekos Bersama Mahasiswi, Kuasa Hukum Ungkap Fakta Baru
"Sampai di sana, terjadilah keributan bersama rekan atau rekan satu usaha saya. Masalah utang-piutang. Lalu, saya pergi," tuturnya.
Dia segera menghubungi seorang oknum anggota TNI yang disebutnya punya nama Yoli.
"Lalu, Bang Yoli telepon saya. 'Kau jangan sendirian, katanya kan. Karena kondisi kau sekarang sedang ini, kau jangan sendirian, biar abang temani, nanti abang urus yang lainnya, ya, katanya. Ya, Bang, saya bilang," jelasnya.
Dia menerangkan, Yoli menjemput perempuan yang ada di lokasi tersebut, kemudian pergi ke Korem.
Saat perjalanan, kata Dedek, Yoli menanyakan keberadaan DK dan mengabarkan bahwa tidak jadi berangkat ke sana. Alasannya, perempuan tersebut mau beristirahat dan pulang ke indekos.
Kemudian, DK segera menjemput perempuan tersebut ke indekos sebagaimana permintaan Yoli.
“Sampai saya di sana, ya, kan, baru saya duduk 10 menit, saya ngobrol-ngobrol dengan Bang Yoli. Ada yang gedor-gedor, nyebut-nyebut nama saya,” terangnya.
"Saya pikir itu kelompok dari Wak Jenggot yang nyari-nyari saya. Dengan rasa ketakutan, saya terkejut. Langsung saya berdua, Bang Yoli langsung bilang, 'Bang, Bang, kita sembunyi, Bang'. Sembunyilah kami di dalam kamar mandi," lanjutnya.
Perempuan itu juga ikut sembunyi di kamar mandi, sebab ketakutan karena pintu digedor.
"Saya, Bang Yoli, di kamar mandi. Nah, perempuan ini ada di situ juga, karena ketakutan. Saya berdua di dalam kamar mandi dengan Bang Yoli itu. Bukan saya berdua ditangkap digerebek mesum, tidak," ujarnya.
Karena merasa seluruh urutan waktunya cocok, ia merasa sang istri sah telah mendalangi semua ini.
Pihak pengacara istri DK alias Dedek Kusnadi menanggapi video klarifikasi yang tersebar di media sosial. Hal itu disampaikan kuasa hukum Istri DK, Putra Tambunan, saat ditemui awak media, pada Sabtu (2/5/2026) malam.
Dia menyebut, terkait unsur setingan yang diucapkan Dedek dalam video klarifikasinya, hal itu kembali pada DK untuk berpendapat dan membela diri.
“Namun perlu kami perjelas, perlu kami pertegas bahwa kami selaku kuasa hukum ataupun dari istri saudara DK tidak pernah melakukan set-set seperti yang dituduhkan begitu,” timpalnya.
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa DK sudah diikuti oleh pihak keluarga kliennya pada malam sebelum penggerebekan.
“Sudah diikuti sama keluarga klien kami, malam sebelumnya itu didapati di salah satu klinik kecantikan di Miss Glam ya, yang ada di Broni kalau saya tidak salah,” katanya.
Dia menuturkan, informasi itu didapatkannya dari saudara istri DK, sehingga pada kesepian harinya pihaknya mengikuti DK.
“Dari rumah kos sampai ke salah satu tekstil yang ada di pasar, sampai pada akhirnya di Miss Glam yang ada di Mayang,” tuturnya.
Terkait keberadaan oknum TNI yang bersama DK dan seorang perempuan saat penggerebekan, Putra menjelaskan oknum tersebut bukan menjemput DK.
“Saudara DK itu sudah pergi duluan, sudah pergi duluan yang kita lihat sebelum saudara DK itu pergi Dia dihampiri seorang ibu-ibu.
"Kami lihat dia pergi, dia pergi lalu tidak berapa lama kemudian kawan dari oknum TNI tadi itu ada di sana untuk membawa perempuan ini tadi itu pulang ke kamar kos itu tadi,” jelasnya.
Putra menegaskan, istri DK mendapatkan informasi DK berada di rumah kos tersebut sebelum penggerebekan terjadi. Istri DK juga meminta pihaknya untuk mendampinginya, sebab kliennya tidak berani mendatangi indekos itu sendirian.
“Informasi dari istrinya dia tidak berani sendiri. sendiri untuk menemui suaminya sehingga kami temani. Kita temuilah fakta, pada saat itu si suami ini (DK) berada di dalam kamar itu tidak sendiri,” tegasnya.