TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggenjot upaya perluasan akses pendidikan inklusif melalui pengajuan program Sekolah Rakyat ke pemerintah pusat. Program ini diproyeksikan menjangkau ribuan keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan layak. Sejumlah tahapan penting, termasuk survei lokasi oleh tim pusat, telah mulai dilakukan.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, berujar usulan Sekolah Rakyat telah diajukan melalui Sekretaris Daerah kepada pemerintah pusat. Langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan daerah dalam memperjuangkan peningkatan sektor pendidikan.
Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi intensif agar program tersebut dapat segera terealisasi. "Sekolah rakyat, memang kita sudah mengajukan ke pemerintah pusat melalui Pak Sekda," ujar Riza Herdavid, Senin (4/5).
Menurut Riza Herdavid, masih terdapat kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya mendapatkan akses pendidikan yang layak. Oleh karena itu, intervensi program berskala nasional dinilai sangat dibutuhkan.
Upaya tersebut mulai menunjukkan perkembangan setelah tim dari pemerintah pusat melakukan survei langsung ke sejumlah lokasi di Bangka Selatan. Survei ini menjadi bagian dari proses verifikasi kelayakan pembangunan Sekolah Rakyat. Pemerintah daerah berharap hasil survei tersebut dapat mempercepat realisasi program.
Tiga lokasi yang disurvei terdiri dari dua titik di Kompleks Perkantoran Terpadu Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dan satu lokasi di Desa Bedengung, Kecamatan Payung. Masing-masing lokasi memiliki luas lahan sekitar tujuh hektare yang dinilai cukup untuk pembangunan fasilitas pendidikan terpadu. Penentuan lokasi tersebut mempertimbangkan aspek aksesibilitas dan kebutuhan masyarakat.
"Dua lokasi berada di lingkungan pemerintah kabupaten dan satu di Desa Bedengung, masing-masing lahan seluas tujuh hektare," jelasnya.
Dari sisi kesiapan, pemerintah daerah saat ini tengah memproses hibah lahan kepada kementerian terkait. Hibah untuk mempercepat tahapan pembangunan setelah program disetujui karena menjadi syarat penting dalam realisasi proyek tersebut.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah akan menjadi faktor penting dalam kelancaran program ini. Pemerintah juga optimistis proyek ini dapat segera berjalan sesuai rencana. "Semoga dengan hibahnya prosesnya lebih cepat dan sekolah rakyat bisa terbangun di Kabupaten Bangka Selatan," sebutnya.
Program Sekolah Rakyat diproyeksikan menyasar sekitar 5.000 keluarga penerima manfaat. Peserta didik tidak hanya berasal dari keluarga penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sasaran program mencakup kelompok masyarakat miskin ekstrem yang masuk dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Selain itu, anak-anak yang putus sekolah menjadi prioritas utama dalam program ini.
"Seluruh biaya pendidikan dalam program Sekolah Rakyat akan ditanggung oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial," pungkas Riza Herdavid. (u1)