BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pangkalpinang mulai memanaskan mesin organisasi dalam menyambut agenda tahunan Kemah Pemuda Lintas Agama 2026. Kepastian tersebut diperoleh setelah jajaran pengurus harian menggelar rapat koordinasi di Sekretariat FKUB Pangkalpinang, Senin (4/5/2026).
Rapat strategis itu dipimpin langsung oleh Ketua FKUB Pangkalpinang, Drs. Kholil Mahfudz, didampingi Wakil Ketua Dr. H. Iskandar. Pertemuan ini menjadi momentum penting mengingat penyelenggaraan tahun ini memasuki tahun kelima, sehingga dituntut menghadirkan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
Kholil Mahfudz menegaskan bahwa Kemah Pemuda Lintas Agama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari investasi jangka panjang dalam menjaga kondusivitas kehidupan beragama di Kota Pangkalpinang.
"Alhamdulillah, tahun-tahun sebelumnya berjalan lancar dan sukses. Saya minta kekompakan ini dijaga, kita sedang menyiapkan pemimpin masa depan yang inklusif," ucap Kholil.
Lebih lanjut Sekretaris FKUB Pangkalpinang, Zamhari mengatakan penyelenggaraan Kemah Pemuda Lintas Agama tahun 2026 ini dijadwalkan pada tanggal 12, 13, dan 14 Juni 2026.
"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Taman Agrowisata Desa Air Duren dipilih sebagai pusat kegiatan untuk memberikan suasana baru yang lebih representatif bagi para peserta," kata Zamhari.
Sebanyak 50 siswa-siswi terpilih yang merupakan perwakilan dari tingkat SLTA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Pangkalpinang akan dilibatkan dalam agenda ini.
"Mereka akan mengikuti serangkaian materi penguatan moderasi beragama, serta dialog lintas iman yang dirancang untuk mempererat solidaritas pemuda," bebernya.
Sementara itu Wakil Ketua FKUB, Dr. H. Iskandar menekankan setiap rupiah yang keluar dari anggaran negara harus dipertanggungjawabkan dengan presisi tinggi.
"Perubahan tempat ini adalah upaya penyegaran, namun konsekuensinya persiapan harus lebih matang. Kita harus memastikan lokasi baru ini mendukung keamanan dan kenyamanan peserta selama tiga hari pelaksanaan," tutur Dr. Iskandar. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)