Lonjakan Gula Darah Usai Makan Bisa Tingkatkan Risiko Alzheimer, Ini Penyebab yang Sering Diabaikan
SERAMBINEWS.COM- Lonjakan gula darah setelah makan disebut-sebut memiliki kaitan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan jangka panjang, termasuk penurunan fungsi kognitif.
Salah satu penelitian dari Universitas Liverpool yang menganalisis lebih dari 350.000 warga Inggris usia 40-69 tahun menemukan bahwa orang dengan lonjakan gula darah tinggi dalam dua jam setelah makan memiliki risiko 69 persen lebih besar terkena Alzheimer dibanding mereka yang kadar glukosanya stabil.
Kondisi ini berkaitan dengan penyakit Alzheimer yang menyerang fungsi otak secara progresif.
Baca juga: Pulihkan Layanan Kesehatan Pascabanjir, Kemenkes Hibahkan 11 Unit Ambulans untuk Aceh Tamiang
Ahli bedah Dr. James J. Chao menjelaskan bahwa banyak orang hanya menghindari gula dan karbohidrat olahan, padahal kombinasi makanan juga sangat memengaruhi respons gula darah.
Ia menyebut, menggabungkan makanan dengan indeks glikemik rendah bersama makanan yang lebih cepat meningkatkan gula darah dapat membantu menyeimbangkan respons tubuh.
Contoh kombinasi yang disarankan antara lain telur dengan roti panggang, hummus dengan wortel panggang, hingga menambahkan alpukat pada nasi.
Menurutnya, cara makan juga berperan penting, seperti makan perlahan, mengunyah dengan baik, dan mengatur jarak waktu makan agar gula darah lebih stabil.
Baca juga: 10 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan, Bisa Turunkan Kolesterol hingga Jaga Imun
Dr. Chao juga mengingatkan bahwa makanan gurih tidak selalu aman dari lonjakan gula darah.
Beberapa makanan seperti nasi putih, kentang tumbuk, mi ramen instan, ayam goreng tepung, dan biskuit asin tetap bisa memicu peningkatan glukosa karena tinggi karbohidrat sederhana atau olahan.
Selain itu, makanan ultra-olahan, sup kental, hingga adonan pizza juga dapat menyembunyikan beban glikemik tinggi dari campuran pati dan gula tambahan.
Sebagai alternatif, ia menyarankan mengganti nasi putih dengan lentil, nasi kembang kol, atau oatmeal untuk membantu menurunkan dampak gula darah.
Ahli gizi Dawn Menning juga menyoroti kebiasaan sarapan yang sering menjadi kesalahan, terutama konsumsi minuman manis di pagi hari.
Baca juga: 9 Buah untuk Kulit Cerah Alami, Bantu Wajah Lebih Sehat dan Glowing dari Dalam
Jus buah, smoothie buah, atau kopi manis disebut dapat menyebabkan lonjakan gula darah karena minim serat, protein, dan lemak.
Ia menegaskan bahwa serat, protein, dan lemak berperan memperlambat penyerapan gula sehingga membantu menjaga energi lebih stabil.
Para ahli juga menekankan bahwa pola makan sehat bukan hanya soal memilih makanan, tetapi juga cara pengolahan, kombinasi, dan waktu makan yang konsisten.
Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan gula darah pun meningkat, seiring bertambahnya penggunaan alat pemantau glukosa dan meningkatnya pencarian informasi terkait kesehatan metabolik.
Baca juga: 8 Khasiat Buah Murbei yang Jarang Diketahui, Ampuh Jaga Jantung hingga Stabilkan Gula Darah
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)