TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus tabrak lari yang melibatkan sopir mobil Mitsubishi Pajero di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, menyita perhatian publik.
Peristiwa tersebut menyebabkan seorang pedagang buah mengalami luka serius, sementara pengemudi sempat melarikan diri sebelum akhirnya diamankan polisi.
Berikut deretan fakta terkait peristiwa tersebut:
Peristiwa tabrak lari terjadi pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 07.00 WIB di Jalan Raya Kalimalang, tepatnya dekat Halte Agraria, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Saat itu lalu lintas mulai ramai dengan aktivitas warga di pagi hari.
Korban diketahui bernama Kamilin Azzarngi (62), seorang pedagang buah.
Saat kejadian, ia tengah menyeberang jalan dari arah utara ke selatan sambil membawa atau berada dekat gerobaknya.
Mobil Pajero yang melaju dari arah barat ke timur menabrak korban hingga terkapar.
Akibatnya, korban mengalami luka cukup parah, di antaranya luka robek di kepala, patah pada ibu jari tangan kanan, serta memar dan lecet di bagian wajah.
Usai menabrak korban, pengemudi tidak berhenti untuk memberikan pertolongan, melainkan langsung melarikan diri.
Aksi ini membuat kasus tersebut dikategorikan sebagai tabrak lari.
Budi Santoso (52), saksi mata sekaligus warga sekitar mengatakan kasus kecelakaan di ruas Jalan Laksamana Malhayati dekat Halte Agraria memang dikenal rawan kecelakaan.
Selain banyak pengendara dari arah Jatinegara menuju Duren Sawit yang memacu kencang kendaraannya, kondisi zebra cross di lokasi pun sudah pudar atau nyaris tidak ada terlihat.
"Memang rawan, sudah beberapa kali kecelakaan di sini. Pernah juga ada (pengendara) motor meninggal di sini," kata Budi di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (4/5/2026).
Menurut warga korban dahulunya selalu menyeberang di simpang Pangkalan Jati, namun setelah lampu merah simpang Pangkalan Jati ditiadakan korban tidak dapat lagi menyebrang di lokasi.
Sehari-harinya untuk menjajakan dagangan korban menyeberang di putaran arah kolong Tol Becakayu dekat Halte Agraria, lokasinya sekitar 100 meter dari titik kecelakaan terjadi.
"Ya pas di ini, pas pertigaan ini keluar masuk kompleks rambunya emang ada zebra cross-nya kok. Cuma memang garis putih-putihnya sudah pudar, enggak terlalu terlihat," ujar Budi.
Kini warga berharap pengemudi mobil yang melakukan tabrak lari terhadap korban dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena akibat kejadian korban terluka parah.
5. Pelaku ditangkap polisi
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menuturkan pengemudi beserta barang bukti kini disita guna penyelidikan.
“Pelaku dan kendaraan sudah kita amankan,” katanya kepada wartawan Senin (4/5/2026).
Pihak kepolisian belum mengungkap identitas dari pengemudi Pajero tersebut.
AKBP Ojo Ruslani, menyebut bahwa pelaku kabur karena panik dan takut menjadi sasaran amukan warga di lokasi kejadian.
"Terduga atas nama LPR, 47 tahun (pekerjaan) swasta, alasan lari takut di (keroyok) massa," katanya.
Kanit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka) Satlantas Jakarta Timur, AKP Darwis Yunarta mengatakan hingga kini korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati.
"Korban masih di RS, saat ini kondisinya stabil. Namun masih belum bisa kita mintai keterangan (karena dalam perawatan)," kata Darwis di Jakarta Timur, Senin (4/5/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan dilakukan tim dokter RS Polri Kramat Jati, korban mengalami luka robek di bagian kepala akibat kencangnya benturan saat tertabrak mobi.
Kini jajaran Unit Laka Satlantas Jakarta Timur masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas pengemudi mobil yang melakukan tabrak lari terhadap korban.
"Masih dalam penyelidikan," ujar Darwis.