Wamenkop Farida Farichah Turun ke Lampung, Pastikan Rekrutmen Manajer KDMP Transparan
Reny Fitriani May 04, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah meninjau langsung pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Al Kautsar, Bandar Lampung, Senin (4/5/2026).

Ia turun langsung ke Lampung, guna memastikan kesiapan teknis dan transparansi seleksi.

“Kami memastikan persiapan berjalan lancar, mulai dari kenyamanan ruangan hingga fasilitas pendukung seperti komputer dan jaringan. Jangan sampai saat ujian ada kendala seperti listrik atau jaringan yang bermasalah,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ditegaskannya, sistem CAT yang digunakan mengacu pada standar Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang telah teruji selama lebih dari satu dekade dalam rekrutmen CPNS.

“Dengan sistem BKN, hasil ujian langsung keluar sehingga transparansi dan akuntabilitas terjamin. Tidak ada ruang untuk titipan,” tegasnya.

Baca Juga: Wagub Jihan Dampingi Wamenkop Tinjau Tes Manajer Koperasi di Bandar Lampung

Farida mengungkapkan, seleksi ini diikuti sekitar 500 ribu lebih pendaftar se-Indonesia, dengan target perekrutan 30 ribu manajer terbaik yang akan ditempatkan di 30 ribu desa di seluruh Indonesia.

“Peserta yang lolos harus siap ditempatkan di mana saja, bisa dari Lampung ke NTT atau daerah lain, karena ini bagian dari kontrak nasional,” jelasnya.

Terkait perkembangan program KDMP, Farida menyebut saat ini pembangunan koperasi telah berjalan di sekitar 30 ribu hingga 35 ribu titik, dengan progres bervariasi mulai dari 10 hingga 100 persen.

“Untuk yang sudah selesai 100 persen, jumlahnya sudah sekitar 7 ribuan. Target kita Agustus nanti sudah bisa diresmikan untuk operasional,” katanya.

Ia menjelaskan, keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih diukur dari beberapa indikator utama, yakni ketersediaan barang, harga yang terjangkau, penciptaan lapangan kerja, serta penyerapan produk desa.

“Barang harus tersedia dan murah. Kalau murah tapi tidak ada, itu juga masalah. Maka rantai pasok sedang kita bangun, terutama untuk barang subsidi,” ujarnya.

Selain itu, koperasi juga diharapkan menjadi offtaker bagi produk desa seperti pertanian dan UMKM, sehingga harga hasil panen lebih stabil dan layak.

“Ke depan tidak boleh lagi ada hasil panen seperti tomat dibuang karena harga jatuh. Koperasi akan menjadi solusi distribusi,” tambahnya.

Dalam peninjauan tersebut, Farida juga melihat langsung pelaksanaan ujian yang berjalan dalam beberapa sesi. Ia menyebut seluruh alur telah dirancang rapi, mulai dari registrasi hingga pelaksanaan ujian, guna memberikan kenyamanan bagi peserta.

“Antusiasme peserta, khususnya anak muda usia produktif, sangat luar biasa. Mereka datang dengan semangat untuk berkontribusi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan peran strategis manajer KDMP yang nantinya akan mengelola operasional koperasi secara profesional.

“Manajer akan mengatur sistem manajerial dan membawahi tim seperti kepala toko, kasir, hingga driver. Mereka juga harus berkoordinasi dengan pengurus dan pengawas koperasi,” jelasnya.

Menurut Farida, posisi tersebut membutuhkan sosok dengan kepemimpinan kuat serta orientasi profesional, mengingat koperasi juga memiliki target usaha yang harus dicapai.

“Ini bukan hanya soal kerja, tapi juga tanggung jawab membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan,” tandasnya.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama )  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.