TRIBUNMANADO.CO.ID - AIRMADIDI - Momentum peringatan Hari Buruh atau May Day di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terselip aspirasi dari masyarakat terkait mafia Bahan bakar minyak (BBM) Solar bersubsidi dan beras pada Senin (4/5/2026).
Ribuan buruh dari berbagai federasi, serikat, konfederasi, organisasi dan masih banyak lagi merayakan peringatan hari buruh atau May Day Provinsi Sulut di Taman Kesatuan Bangsa (TKP) Kota Manado.
Aksi tersebut digagas oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Sulut bersama serikat buruh lainnya di Sulut.
Dengan tema: Tetap Setiap di Garis Perjuangan yang Sama, dan tagline KSPSI Sulut Bergerak Kompak, Kondusif, Konstruktif.
Aspirasi tentang mafia BBM Solar dan Beras, dituangkan dalam sejumlah spanduk dari Aliansi Sopir Dump Truk Sulawesi Utara (Sulut).
Dan dari Pimpinan Pengurus Federasi Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan dan Media Informasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP PPMI SPSI) Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
'Harga beras turun atau Menteri Pertanian Turun'
'Mafia Solar Berkuasa di Sulut'
'Percuma Stok di Gudang 5 Juta Ton Kalau Harga Beras Mahal'
'Loku Mafia Solar di Sulut'
Baca juga: Gubernur YSK Tegaskan Komitmen Sejahterakan Buruh saat Hadiri Peringatan May Day di TKB Manado
Menurut William S. Luntungan Ketua Aliansi Sopir Dump Truk Sulawesi Utara (Sulut), aspirasi yang dituangkan dalam baliho adalah suara dari sopir-sopir kendaraan berbahan bakar solar subsidi.
"Para sopir mengeluhkan sulit memperoleh BBM Solar bersubsidi. Karena hampir semua SPBU yang melayani pengisian BBM Solar Subsidi di Sulut antriannya mengular panjang sekali," kata William Luntungan disela-sela mengikuti May Day atau Hari Buruh Internasional Provinsi Sulut di TKB Kota Manado, Senin (4/5/2026).
Saat diwawancara cuaca di TKB Manado panas terik.
TKB Kota Manado hanya berjarak 900 meter dari PT Pertamina Patra Niaga SAM Retail SulutGo, di jalan Sam Ratulangi Nomor 8 Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang, Kota Manado.
Dapat ditempuh dalam waktu lima menit, pakai kendaraan bermotor.
Puluhan ribu massa berkumpul di kawasan Marina Plaza Manado, kemudian berjalan kaki ke lokasi kegiatan di TKB Manado.
Massa membawa atribut, menakai seragam, ikan kepala dan atribut aksi lainnya.
Menurut William yang juga Ketua Federasi Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan dan Media Informasi, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP PPMI SPSI) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), ada dampak besar yang muncul dari antrean kendaraan yang antre di SPBU.
Para sopir dump truk tersita waktunya saat akan angkut material seperti pasir, batu dan lainnya karena harus antri berjam-jam untuk mendapatkan solar.
Ada juga yang sudah antri berjam-jam tidak dapat.
Pihaknya memberikan solusi dan meminta, agar bisa ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Sulut, Polda Sulut dan pihak Pertamina agar intensifkan kembali pengawasan di SPBU.
"Karena pihak-pihak itu tau kendaraan antrian-antrian di SPBU, namun terkesan tutup mata. Harusnya Pertamina koordinasi dengan Hiswana Migas dan penegak hukum untuk pengawasan karena sudah terang-terangan aktivitas mafia solar dan jelas," bebernya.
Lanjut William Luntungan, aksi para mafia melakukan tab BBM Solar di kendaraan yang sudah diubah tangki, dalam sehari lebih dari dua kali isi di SPBU berbeda hingga modus menggunakan barcode bukan milik para kaki tangan mafia.
"Beberapa kasus ketika sopir dump truk tiba di SPBU, barcode mereka sudah tak bisa dipakai karena sudah ada sopir lain yang pakai, padahal barcode itu belum pernah dipakai oleh sopir dump truk," kata dia.
Sembari menambahkan ada dugaan indikasi permainan dengan petugas di SPBU dan mafia solar.
Pemimpin aksi Demo Ratusan Sopir Dump Truk di Kantor DPRD Provinsi Sulut dan Kantor Gubernur Sulut 29 September 2025 lalu ini berharap Kapolda Sulut agar segera tindaklanjuti tuntutan terkait mafia solar.
Jurnalis Tribun Manado Christian Wayongkere Senin (4/5/2026) pukul 15.16 Wita, melakukan upaya konfirmasi ke Humas PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo.
Hingga pukul 17.26 Wita, jawaban yang diperoleh demikian. "Kami ada rilisnya, ditunggu ya," tulis Humas PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo saat dikonfirmasi lewat sambungan WA. (Crz)
Baca juga: Gubernur Sulut Buka Ruang Aspirasi Buruh di May Day Manado, YSK: Tidak Alergi Dikoreksi